Rantepao Diterjang Badai
Hujan Deras dan Angin Kencang di Rantepao, Pohon Tumbang Di Mana-mana
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Toraja Utara mencatat sedikitnya sembilan titik
Penulis: Zul Fadli | Editor: Imam Wahyudi
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/toraja/foto/bank/originals/tumbang-pohon-di-lap-bakti-43.jpg)
TRIBUNTORAJA.COM, RANTEPAO - Hujan deras disertai angin kencang yang melanda Kota Rantepao, Kabupaten Toraja Utara, Sulawesi Selatan, Kamis (9/4/2026) siang, menyebabkan sejumlah pohon tumbang di beberapa ruas jalan.
Pohon tumbang dilaporkan terjadi di sejumlah titik, di antaranya di kawasan Lapangan Bakti, depan Kantor DPRD Toraja Utara di Jalan Dr. Ratulangi, Kelurahan Singki’, serta di Jalan Poros Rantepao–Makale, tepatnya di Jalan Pongtiku, Karassik, depan SMA Kristen Rantepao.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Toraja Utara mencatat sedikitnya sembilan titik terdampak akibat cuaca ekstrem tersebut.
Kepala BPBD Toraja Utara, Paulus Batti, mengatakan pendataan belum dapat dilakukan secara menyeluruh karena kondisi lapangan masih terkendala hujan deras dan sempat terjadi kemacetan di beberapa ruas jalan.
“Untuk sementara ada sekitar sembilan titik yang terdata. Namun jumlah keseluruhan belum bisa dipastikan karena hujan dan kondisi lalu lintas yang cukup padat,” ujarnya melalui pesan singkat.
Meski demikian, BPBD memastikan akses jalan saat ini telah kembali normal dan dapat dilalui masyarakat.
Ia mengimbau warga untuk tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem yang masih berpeluang terjadi, serta segera melaporkan jika menemukan titik rawan atau kejadian darurat di wilayahnya.
Petugas BPBD bersama instansi terkait juga terus melakukan pemantauan guna memastikan situasi tetap aman dan terkendali.
Lapak UMKM
Diberitakan sebelumnya, angin kencang disertai hujan deras yang melanda Kota Rantepao, Kamis (9/4/2026) siang, mengakibatkan puluhan lapak Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Alun-alun Rantepao, Kabupaten Toraja Utara, Sulsel, rusak.
Sedikitnya 70 tenda UMKM dilaporkan porak-poranda akibat terjangan angin kencang disertai hujan deras.
Lapak tersebut merupakan bagian dari kegiatan Car Free Day (CFD) yang berlangsung sejak 5 hingga 11 April 2026.
Official kegiatan Car Free Day, Muriadi Suwedi, mengatakan peristiwa terjadi dalam waktu singkat saat hujan deras mengguyur kawasan tersebut.
“Anginnya memang tidak lama, tetapi cukup kuat hingga mengangkat tenda-tenda. Sekitar 70 lapak terdampak,” ujarnya.
Ia menjelaskan, para pelaku UMKM yang tengah bersiap maupun sedang berjualan tidak sempat menyelamatkan lapak mereka.