100 Hari Kerja Plt Kadis Dukcapil Toraja Utara: Tingkatkan IKD dan Sejukkan Ruang Pelayanan
Dia mengatakan, rata-rata masyarakat sudah memiliki HP android, tapi belum banyak yang menginstal aplikasi IKD.
Penulis: Zul Fadli | Editor: Imam Wahyudi
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/toraja/foto/bank/originals/alexander-tappang-2.jpg)
TRIBUNTORAJA.COM, RANTEPAO - Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Kadis Dukcapil) Toraja Utara, Alexander Tappang, memprioritaskan capaian Identitas Kependudukan Digital (IKD) dan pembenahan kantor sejak dipercaya mengemban jabatan tersebut, Rabu (25/2/2026).
Alexander menjabat Plt Kadis Dukcapil menggantikan Yoel Tandiembong yang meninggal dunia pekan lalu.
Menurutnya, capaian IKD di daerah saat ini masih tergolong rendah.
Dari target nasional sebesar 30 persen, daerah baru berada di angka sekitar 8 persen.
Sementara untuk perekaman KTP elektronik sudah mencapai sekitar 97 persen dari target 99 persen.
"Sehingga, yang menjadi prioritas dalam 100 hari kerja saya adalah peningkatan IKD," ujar Alexander di ruang kerjanya, Rabu (25/2/2026).
Dia mengatakan, rata-rata masyarakat sudah memiliki HP android, tapi belum banyak yang menginstal aplikasi IKD.
Padahal itu sangat penting, karena identitas bisa langsung ditampilkan dari aplikasi resmi, bukan sekadar foto KTP.
Untuk mendongkrak angka IKD, pihaknya telah menyiapkan program jemput bola.
Pelayanan akan dibuka di kawasan Art Center Rantepao pada sore hari, bertepatan dengan momen masyarakat berburu takjil menjelang berbuka puasa.
"Namun waktunya masih kami bicarakan," ungkapnya.
Fasilitas Kantor Sudah Jadul
Selain IKD, pembenahan fasilitas kantor juga menjadi prioritas berikutnya.
Ia mengungkapkan, sejumlah peralatan seperti komputer, kamera, dan printer untuk perekaman data sudah berusia sekitar 15 tahun dan belum pernah diperbarui.
"Alat-alatnya sudah sangat lama, bisa dibilang jadul. Termasuk ruang pelayanan di bagian pendaftaran yang kondisinya sangat panas," katanya.
Kondisi tersebut dinilai dapat memengaruhi kenyamanan dan emosi petugas, yang pada akhirnya berdampak pada kualitas pelayanan kepada masyarakat.
Ia berkomitmen melakukan pembenahan, baik melalui perbaikan maupun pengadaan baru jika anggaran memungkinkan.
Terkait anggaran, ia menyebutkan bahwa operasional dukcapil tahun ini sekitar Rp150 juta, sementara untuk pengadaan KTP dan administrasi kependudukan lainnya sekitar Rp400 juta lebih.
Namun, ia mengakui anggaran operasional masih belum mencukupi, terutama untuk mendukung rencana pelayanan keliling ke 21 kecamatan.
Saat ini, pihaknya tengah berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi Sulsel untuk konsultasi peminjaman mobil pelayanan keliling yang telah dilengkapi peralatan cetak dan perekaman.
Dengan mobil tersebut, pencetakan dokumen dapat dilakukan langsung di kecamatan tanpa harus membawa peralatan dari kantor.
Ia berharap dalam program 100 hari ke depan, selain peningkatan signifikan IKD, suasana kerja yang lebih nyaman dan solid dapat terwujud demi pelayanan publik yang optimal di Dukcapil Toraja Utara.(*)
| Disdukcapil Toraja Utara Belum Terapkan WFH, Ini Alasannya |
|
|---|
| ASN Toraja Utara Ramai-ramai Aktivasi Identitas Kependudukan Digital |
|
|---|
| Tak Ada Lagi Waktu Istirahat Layanan di Kantor Disdukcapil Toraja Utara |
|
|---|
| Bupati Toraja Utara Pimpin Upacara Pelepasan Jenazah Kadis Dukcapil |
|
|---|
| 140 Ribu Warga Tana Toraja Belum Menikah, Kadisdukcapil: Banyak yang Tinggal Serumah Tanpa Status |
|
|---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.