Sejarah Hari Gerakan Satu Juta Pohon, Diperingati Akhir Pekan Ini
Keberadaan hari-hari peringatan ini tidak hanya menjadi penanda kalender, tetapi juga menjadi sarana edukasi dan pengingat akan
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/toraja/foto/bank/originals/hut-ke-78-gereja-toraja-bupati-toraja-utara-frederik-victor-palimbong-tanam-pohon-2242025.jpg)
TRIBUNTORAJA.COM - Pada bulan Januari 2026, terdapat berbagai hari besar dan peringatan penting yang diperingati, baik di tingkat nasional maupun internasional.
Sejumlah momen tersebut ditetapkan sebagai bentuk penghormatan terhadap peristiwa bersejarah, penguatan nilai kebangsaan, hingga upaya meningkatkan kepedulian publik terhadap isu-isu tertentu.
Peringatan berskala nasional umumnya diperingati secara resmi oleh suatu negara dan berkaitan dengan peristiwa atau nilai yang memiliki makna khusus bagi masyarakat setempat.
Sementara itu, hari peringatan internasional biasanya dirayakan secara lintas negara dan sering digagas oleh lembaga atau organisasi dunia sebagai ajakan refleksi bersama.
Keberadaan hari-hari peringatan ini tidak hanya menjadi penanda kalender, tetapi juga menjadi sarana edukasi dan pengingat akan berbagai peristiwa penting.
Akhir pekan ini, 10 Januari 2026, Indonesia akan memperingati Hari Gerakan Satu Juta Pohon.
Berikut Sejarah Hari Gerakan Satu Juta Pohon.
Upaya pelestarian lingkungan hidup di Indonesia tidak dapat dilepaskan dari gerakan penanaman pohon.
Salah satu momentum penting dalam sejarah lingkungan nasional adalah Hari Gerakan Satu Juta Pohon, yang diperingati setiap 10 Januari.
Peringatan ini menjadi simbol ajakan kolektif untuk menanam dan merawat pohon sebagai bagian dari tanggung jawab bersama menjaga kelestarian alam.
Hari Gerakan Satu Juta Pohon pertama kali dicanangkan oleh Presiden Republik Indonesia ke-6, Susilo Bambang Yudhoyono, pada 10 Januari 2010 di Sumatera Barat.
Gerakan ini lahir dari keprihatinan terhadap semakin luasnya kerusakan lingkungan, seperti deforestasi, degradasi lahan, banjir, dan tanah longsor yang kerap terjadi di berbagai daerah.
Sejak dicanangkan, Gerakan Satu Juta Pohon tidak hanya dimaknai sebagai kegiatan seremonial semata, tetapi menjadi bagian dari strategi nasional rehabilitasi hutan dan lahan.
Pemerintah mendorong partisipasi seluruh elemen masyarakat, mulai dari instansi pemerintah, dunia pendidikan, organisasi kemasyarakatan, hingga sektor swasta untuk terlibat aktif dalam penanaman pohon.
Gerakan ini juga sejalan dengan upaya Indonesia dalam menghadapi dampak perubahan iklim.
| Rehabilitasi Hutan Lindung, GMNI Toraja Utara Tanam 1001 Pohon di Kapalapitu |
|
|---|
| 263 PPPK Toraja Utara Wajib Tanam 12 Pohon per Orang Sebelum Diberi SK |
|
|---|
| Hari Bumi, UKI Toraja Tanam Pohon Tanjung di Kampus 2 |
|
|---|
| Peringati Hari Bumi, Pemkab Tana Toraja dan BPS Gereja Toraja Tanam Pohon di Buntu Sarira |
|
|---|
| Peringati Hari Bumi dan HUT ke-78 Gereja Toraja, Jemaat dan Pemkab Toraja Utara Gelar Tanam Pohon |
|
|---|