Senin, 18 Mei 2026

Berkaca dari Kisah Lusiana di Mappak Tator, Dewan Pendidikan Usulkan Kendaraan Untuk Guru Pedalaman

Selain Lusiana, masih banyak guru-guru di pedalaman yang juga harus berjuang mencerdaskan anak bangsa dengan fasilitas minim.

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Anastasya Saidong Ridwan | Editor: Apriani Landa
zoom-inlihat foto Berkaca dari Kisah Lusiana di Mappak Tator, Dewan Pendidikan Usulkan Kendaraan Untuk Guru Pedalaman
TribunToraja
GURU TERPENCIL - Lusiana Lembang, guru SDN 3 Mappak, Tana Toraja. Lusiana merupakan salah satu guru di pedalaman Tana Toraja. 

TRIBUNTORAJA.COM - Kisah Lusiana Lembang yang harus mengutang jasa gojek hingga Rp 10 juta menjadi perhatian Dewan Pendidikan Sulawesi Selatan.

Sebelumnya, Tribun Toraja memberitakan perjuangan Lusiana Lembang mengajar di guru SD Negeri 3 Mappak, Tana Toraja.

Baca juga: SAKSI KATA: Kisah Lusiana Lembang 22 Tahun Mengajar di Pelosok, Jalan Setapak dan Susah Sinyal

Mappak merupakan salah satu wilayah pedalaman di Tana Toraja. Jarak dari Mappak ke Makale, ibukota Tana Toraja sekitar 96 kilometer. 

Waktu tempuh berkisar 6-7 jam perjalanan. Itu dikarenakan mereka mengambil jalan memutar ke wilayah Mamasa, Sulawesi Barat.

Jika tidak ambil jalur memutar, mereka akan melewati jalanan yang jelek dan sulit dilalui kendaraan.

Lusiana tinggal di Tarundung, Lembang/Desa Tanete, Mappak, berjarak sekira 30 km dari tempatnya mengajar. Tapi, karena tidak ada jalan tembus, jadi harus memutar jauh sekira 70 km.

"Kalau ke sana berangkat pagi, bisa tiba sore di sekolah," katanya.

Karena itu, ia bersama beberapa guru menyewa rumah dekat sekolah tempatnya mengajar. Mereka akan pulang ke rumah tiap sebulan atau 3 bulan sekali untuk mengambil kebutuhan dapur dan lainnya.

Dalam beberapa kesempatan, Ia ke Makale untuk berbagai urusan kerjaan. 

Seperti saat menghadiri undangan HUT Kemerdekaan 17 Agustus, atau menghadiri peringatan HUT Tana Toraja, serta urusan lain dengan dinas pendidikan.

Untuk transportasi ini, mereka mengandalkan jasa ojek yang nilainya tidak sedikit. 

"Dari sekolah ke kelurahan, biaya ojek sampai Rp 500 ribu," katanya.

Baca juga: SAKSI KATA: Jadi Guru di Pelosok Tana Toraja, Tunggakan Ojek Lusiana Lembang Capai Rp10 Juta

"Kalau ke Makale, biaya ojek itu bisa mencapai Rp 1 juta, termasuk akomodasi di Makale dan juga biaya jika motor kehabisan bensin atau ban bocor dan kerusakan lainnya. Sedangkan mobil tidak bisa tembus," cerita Lusiana.

Dengan biaya ojek yang tinggi itu, Lusiana harus ngutang dulu karena tunjangan guru 3T yang harusnya ia terima tidak kunjung masuk ke rekeningnya.

"Ada 6 bulan tunjangan tidak dibayar, Juli-Desember 2024," katanya.

Baca juga: Hanya Tamatan SMA, 2 Guru SDN 3 Mappak Hilang dari Dapodik. Padahal Pendiri Sekolah

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved