Tak Harus Tiap Hari, Berjalan 4.000 Langkah Turunkan Risiko Kematian Hingga 25 Persen
Temuan yang dipublikasikan dalam British Journal of Sports Medicine ini menepis anggapan bahwa manfaat berjalan
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/toraja/foto/bank/originals/06022025_kolam_Makale.jpg)
TRIBUNTORAJA.COM - Aktivitas sederhana seperti berjalan kaki ternyata bisa memberikan dampak besar bagi kesehatan, terutama bagi mereka yang berusia lanjut (lansia).
Sebuah penelitian terbaru yang dipimpin oleh Universitas Harvard mengungkap, hanya dengan berjalan kaki sekitar 4.000 langkah per hari, seseorang bisa menurunkan risiko kematian dini hingga 25 persen.
Temuan yang dipublikasikan dalam British Journal of Sports Medicine ini menepis anggapan bahwa manfaat berjalan baru terasa jika dilakukan setiap hari tanpa henti.
Justru, penelitian tersebut menemukan bahwa bahkan berjalan 4.000 langkah satu atau dua kali dalam seminggu saja sudah memberi efek positif yang signifikan terhadap penurunan risiko kematian dan penyakit kardiovaskular (CVD).
Menurut laporan The Guardian (21/10/2025), studi prospektif berskala besar ini melibatkan 13.547 perempuan Amerika berusia di atas 62 tahun dengan rata-rata usia 72 tahun.
Selama tujuh hari berturut-turut antara 2011 hingga 2015, para peserta mengenakan alat pelacak langkah, kemudian dipantau kesehatannya selama lebih dari satu dekade.
Tidak ada peserta yang memiliki riwayat penyakit jantung atau kanker di awal penelitian.
Hasilnya mencengangkan.
Hingga akhir 2024, tercatat 1.765 peserta meninggal dunia dan 781 mengalami penyakit jantung.
Namun, mereka yang mencapai 4.000 langkah per hari setidaknya satu atau dua kali seminggu memiliki risiko kematian 26 persen lebih rendah, dan risiko kematian akibat penyakit jantung 27 persen lebih rendah, dibandingkan dengan mereka yang tidak pernah mencapai jumlah langkah tersebut.
Bagi peserta yang berhasil mencapai target ini tiga hari atau lebih dalam seminggu, risiko kematian dari segala penyebab bahkan turun hingga 40 persen.
Para peneliti menekankan bahwa jumlah langkah total jauh lebih penting dibanding frekuensi hari berjalan.
Dengan kata lain, tidak masalah apakah seseorang berjalan setiap hari atau hanya beberapa kali seminggu, yang terpenting adalah total langkahnya tercapai.
“Semakin banyak langkah yang diambil, apa pun pola harian Anda, akan berkaitan dengan hasil kesehatan yang lebih baik,” tulis para peneliti.
Secara rata-rata, para peserta berjalan 5.615 langkah per hari.
| 193 Calon Paskibra 2026 Toraja Utara Tes Kesehatan di GOR Rantepao |
|
|---|
| 36 Atlet Passemba Toraya Lolos ke Porprov Sulsel 2026, Tiga Cabor Beladiri Jadi Andalan |
|
|---|
| Didukung 18 KONI, Termasuk Tator dan Torut, Wabup Gowa Siap Pimpin KONI Sulsel |
|
|---|
| Resmi Dilantik Jadi Menpora, Erick Thohir: Saya Tegak Lurus! |
|
|---|
| Kopi Hitam Dinilai Lebih Aman bagi Kesehatan, Ini Penjelasan Dokter |
|
|---|