Tekno
Riset Cisco: 77 Persen Perusahaan di Indonesia Belum Siap Hadapi Era AI
Riset Cisco AI Readiness Index 2025 menemukan hanya 23 persen perusahaan di Indonesia yang siap menghadapi era kecerdasan buatan.
Penulis: Redaksi | Editor: Donny Yosua
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/toraja/foto/bank/originals/15042023_Elon_Musk.jpg)
Ringkasan Berita:Laporan Cisco AI Readiness Index 2025 mengungkap hanya 23 persen perusahaan di Indonesia yang benar-benar siap menghadapi era kecerdasan buatan (AI). Sebagian besar perusahaan masih tertinggal dalam hal infrastruktur, kesiapan data, dan keamanan siber. Cisco menilai, tanpa langkah konkret memperkuat sistem dan tata kelola, perusahaan berisiko tertinggal di tengah percepatan transformasi digital global.
TRIBUNTORAJA.COM – Meskipun semakin banyak perusahaan di Indonesia mulai mengadopsi teknologi kecerdasan buatan (AI), riset terbaru Cisco menunjukkan sebagian besar belum siap menghadapi tantangan maupun memetik manfaat bisnis dari teknologi tersebut.
Temuan itu tertuang dalam laporan tahunan bertajuk Cisco AI Readiness Index 2025, yang dirilis oleh perusahaan teknologi asal Amerika Serikat tersebut.
Dalam laporan ini, hanya 23 persen organisasi di Indonesia yang dinilai siap beradaptasi dengan AI dan masuk ke kategori Pacesetters.
Sementara 77 persen lainnya dinilai belum siap secara menyeluruh dan berpotensi tertinggal dalam penerapan AI.
Cisco mengelompokkan perusahaan yang belum siap ke dalam tiga kategori, yaitu Chasers (cukup siap) sebesar 56 persen, Followers (siap terbatas) 21 persen, dan Laggards (belum siap) sebanyak 1 persen.
“Ambisi untuk mengadopsi AI memang luar biasa tinggi, tetapi kesiapan masih tertinggal jauh,” ujar SVP & President of Sales Cisco Asia Pacific (APAC), Japan & Greater China (APJC), Ben Dawson, dalam webinar Cisco AI Readiness Index 2025, Rabu (15/10/2025).
Baca juga: Facebook Luncurkan Jobs untuk Cari Lowongan Kerja Langsung di Aplikasi
“Hanya sebagian kecil perusahaan yang benar-benar mampu menerjemahkan investasi dan ambisi itu menjadi nilai bisnis nyata,” tambahnya.
Managing Director Cloud & AI Infrastructure Cisco APJC, Simon Miceli, menjelaskan bahwa Pacesetters tidak hanya bereksperimen dengan AI, tetapi juga memiliki strategi yang terukur dan disiplin.
“Keberhasilan AI bukan soal aspirasi saja, tapi juga soal persiapan dan eksekusi yang disiplin,” ujarnya.
Baca juga: Petinggi Sony Bocorkan Jadwal Peluncuran PS6 alias PlayStation 6
| Cara Bikin Spotify Wrapped 2025, Resmi Rilis di Indonesia |
|
|---|
| Samsung Galaxy Z TriFold Resmi Meluncur: HP Lipat Tiga dengan Layar 10 Inci dan Fitur Kelas Flagship |
|
|---|
| Syarat Lengkap dan Cara Daftar Jadi Pro Player di Tim ONIC Esports |
|
|---|
| iPhone Air Tak Laku, Merek Lain Tunda Rencana Bikin HP Tipis |
|
|---|
| Elon Musk Gratiskan Starlink untuk Korban Banjir Sumatera hingga Desember |
|
|---|