Rabu, 15 April 2026

Menkeu Purbaya: Danantara Bisa Bayar Utang Kereta Cepat Whoosh

Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa optimistis BPI Danantara mampu membayar utang proyek kereta cepat Whoosh senilai Rp2 triliun per tahun, berkat...

Tayang:
Penulis: Redaksi | Editor: Donny Yosua
zoom-inlihat foto Menkeu Purbaya: Danantara Bisa Bayar Utang Kereta Cepat Whoosh
Tangkapan Layar Kompas TV
UTANG KERETA CEPAT - Menteri Keuangan RI, Purbaya Yudhi Sadewa. Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa optimistis BPI Danantara mampu membayar utang proyek kereta cepat Whoosh senilai Rp2 triliun per tahun, berkat penerimaan dividen besar dari BUMN. 

TRIBUNTORAJA.COM, JAKARTA – Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa optimistis Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) memiliki kemampuan finansial untuk membayar utang proyek kereta cepat Whoosh.

Hal itu disampaikan Purbaya usai melakukan pertemuan dengan CEO BPI Danantara Rosan Roeslani serta sejumlah menteri Kabinet Merah Putih di Wisma Danantara, Rabu (15/10/2025).

“Sudah saya sampaikan (ke Rosan Roeslani), kenapa? Karena kan Danantara terima dividen dari BUMN kan, hampir Rp80 sampai Rp90 triliun kan. Itu cukup untuk menutup yang Rp2 triliun bayaran tahunan untuk kereta api cepat,” ujar Purbaya.

 

 

Menurutnya, dana yang dikelola BPI Danantara akan terus meningkat setiap tahun.

“Saya yakin uangnya akan lebih banyak di situ, sekian puluh triliun akan lebih dan sebagian akan ditaruh di obligasi, punya saya lagi, punya pemerintah lagi,” ucapnya.

Meski begitu, Purbaya sempat memberikan kritik terhadap strategi investasi Danantara yang dinilai terlalu banyak menempatkan dana di instrumen obligasi pemerintah.

 

Baca juga: Mahfud MD Dukung Menkeu Tolak Bayar Utang Kereta Whoosh Peninggalan Jokowi

 

“Saya tadi sempat kritik, kalau Anda taruh obligasi segitu banyak di pemerintah, keahlian Anda apa? Tapi mereka bilang, ini kan hanya tiga bulan terakhir ini, karena kan nggak sempat untuk buat proyek. Ke depan akan mereka perbaiki, sehingga yang di obligasi akan minim dan lebih banyak di proyek-proyek yang mendorong pertumbuhan ekonomi,” jelasnya.

Lebih lanjut, Purbaya menyebut Rosan Roeslani telah menyetujui pandangan tersebut dan akan melakukan kajian lebih lanjut.

“Yang Whoosh mereka bilang, mereka akan pelajari lagi dan mereka akan propose ke kita seperti apa. Kalau saya bilang saya sudah putus, bukan itu ya, ya kira-kira nanti kita tunggu deh seperti apa studinya,” ungkapnya.

 

Baca juga: Menkeu Purbaya Tolak Bayar Utang Kereta Cepat Pakai APBN, Istana Siapkan Skema Alternatif

 

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved