Jumat, 17 April 2026

Siswa di Bulukumba Temukan Belatung di Menu MBG

Koordinator Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Bulukumba, Wahyu Sakti, mengaku sudah menindaklanjuti laporan tersebut.

Tayang:
Editor: Imam Wahyudi
zoom-inlihat foto Siswa di Bulukumba Temukan Belatung di Menu MBG
Tribun Toraja/Freedy Samuel Tuerah
FOTO ILUSTRASI - Siswa SDN 3 Makale Tana Toraja sedang menikmati makanan dari program Makan Bergizi Gratis (MBG), Senin (17/2/2025). Beberapa siswa mengeluhkan soal daging ayam yang keras. 

TRIBUNTORAJA.COM - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali disorot setelah menu makanan di dua sekolah di Kabupaten Bulukumba, Sulsel, ditemukan tidak layak konsumsi. 

Belatung menetas pada tempe dan pisang yang disajikan di SMAN 5 Bulukumba dan SDN 249 Daloba di Kecamatan Kajang.

“Menu makanan MBG-nya berulat tempe dan pisang. Banyak ulat dalam omprengan juga,” kata Amri, salah satu wali siswa SMAN 5 Bulukumba, Selasa (30/9/2025).

Koordinator Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Bulukumba, Wahyu Sakti, mengaku sudah menindaklanjuti laporan tersebut.

“Laporan ini sudah sampai ke pimpinan dan sudah kami lakukan teguran. Selanjutnya menunggu petunjuk pimpinan,” tegasnya.

Temuan ini viral setelah video pisang dan tempe berulat beredar di sejumlah grup media sosial.

Sebelumnya, MBG di Kecamatan Ujung Bulu juga pernah ditemukan basi.

Kondisi ini mendapat perhatian Wakil Bupati Bulukumba A. Edy Manaf, yang menyayangkan masih adanya menu MBG tidak layak konsumsi.

Berbeda dengan kasus di Kajang dan Ujung Bulu, pengelola MBG di Kecamatan Ujung Loe memastikan pihaknya melibatkan ahli gizi dalam setiap proses.

“MBG kami dikontrol oleh ahli gizi dan koordinator tim relawan packing. Ini untuk menjaga kebersihan dan memastikan nilai gizi terpenuhi,” kata pengelola MBG Ujung Loe, Basri Yulianto.

Ia menjelaskan, bahan baku dicuci menggunakan air bersih, lalu diolah oleh tim relawan.

Setelah dimasak, makanan disimpan di ruangan ber-AC atau berkipas hingga dingin sebelum dikemas.

Setiap hari, unit MBG Ujung Loe menyalurkan 2.899 omprengan untuk siswa, sekaligus memberdayakan tenaga lokal.

Di tengah temuan ini, angka keracunan akibat MBG terus meningkat.

Jaringan Pemantau Pendidikan Indonesia (JPPI) mencatat 8.649 siswa menjadi korban per 27 September 2025, dengan 2.197 kasus terjadi hanya dalam sepekan terakhir.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved