Kamis, 9 April 2026

KSAD Maruli Pastikan Rekrutmen TNI AD Gratis dan Transparan

KSAD Jenderal Maruli Simanjuntak tegaskan rekrutmen TNI AD berlangsung gratis dan transparan. Masyarakat bisa melapor bila ada penyimpangan seleksi.

Tayang:
Penulis: Redaksi | Editor: Donny Yosua
zoom-inlihat foto KSAD Maruli Pastikan Rekrutmen TNI AD Gratis dan Transparan
Warta Kota/Alfian
REKRUTMEN TNI - Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) Jenderal Maruli Simanjuntak. Ia menegaskan rekrutmen TNI AD berlangsung gratis dan transparan. Masyarakat bisa melapor bila ada penyimpangan seleksi. 

TRIBUNTORAJA.COM, JAKARTA – Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak menegaskan bahwa proses penerimaan prajurit TNI AD dilaksanakan secara gratis dan transparan.

Penegasan itu disampaikan Maruli usai meninjau stan penerimaan prajurit pada acara TNI Fair 2025 di kawasan Monas, Jakarta, Sabtu (20/9/2025).

 

 

“Ini yang penting nih, kadang-kadang orang selalu berpikir bahwa kalau mau masuk harus ada yang dikenal, harus dibagaimanakan dan lain sebagainya,” ujar Maruli, dikutip dari Kompas.com.

“Padahal, sekarang kita sudah banyak, saya kira di institusi mana pun sudah banyak perubahanlah. Itu juga bisa meyakinkan mereka bahwa siapa pun bisa daftar tanpa harus keluar biaya.”

Lebih lanjut, Maruli menyampaikan bahwa TNI AD terus melakukan evaluasi terhadap mekanisme rekrutmen.

 

Baca juga: Dibuka Rekrutmen Bintara PK TNI AL 2025: Cek Link, Syarat, dan Cara Daftar

 

Hal ini dilakukan menyusul adanya sejumlah kasus penyimpangan dalam proses seleksi.

“Pastinya kita terus tingkatkan, kita juga udah punya tim yang memantau ke sana,” kata Maruli.

“Saya kira kalau ada orang yang bisa melaporkan ke kami, kami justru lebih senang sekarang.”

 

Baca juga: HUT ke-17 Toraja Utara, GMKI Soroti Rekrutmen PPPK yang Dinilai Tak Transparan

 

Ia menambahkan, ke depan TNI AD akan membuka kanal aduan khusus agar masyarakat dapat melaporkan dugaan kecurangan dalam proses seleksi.

“Kita juga menyadari tidak semua orang punya akses untuk berkomunikasi. Jadi mudah-mudahan dengan ini ada dibuat nanti misalnya telepon pengaduan atau WA pengaduan. Mudah-mudahan bisa membuat seleksi kita lebih baik,” pungkas Maruli.

(*)

Sumber: Kompas.com
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved