Mendagri Sindir 22 Daerah di Sulsel karena PAD Rendah, Toraja Utara Paling Buncit
Tito pun menyindir langsung kepala daerah agar lebih serius menghidupkan sektor swasta di wilayahnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/toraja/foto/bank/originals/tito-karnavian12.jpg)
TRIBUNTORAJA.COM - Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Tito Karnavian, menyoroti rendahnya Pendapatan Asli Daerah (PAD) di sebagian besar wilayah Sulawesi Selatan.
Dari 24 daerah, hanya Kota Makassar dan Parepare yang tercatat mengalami pertumbuhan PAD positif.
“Datanya cukup bagus untuk inflasi dan pertumbuhan ekonomi, tapi kalau kita lihat PAD, di luar Makassar dan Parepare relatif rendah. Ini menunjukkan sektor swasta belum terlalu menjadi andalan,” kata Tito usai rapat bersama kepala daerah se-Sulsel di Baruga Asta Cita, Rujab Gubernur Sulsel, Makassar, Kamis (11/9/2025).
Dalam catatannya, tiga daerah dengan kondisi fiskal terlemah adalah Luwu Utara, Enrekang, dan Toraja Utara.
Luwu Utara, PAD 9,70 persen, sisanya 90,30 persen masih bergantung pada transfer pusat.
Enrekang, PAD 8,32 persen, transfer pusat 91,68 persen.
Sedangkan Toraja Utara, hanya 6,41 persen PAD, selebihnya 93,59 persen ditopang transfer pusat.
Tito pun menyindir langsung kepala daerah agar lebih serius menghidupkan sektor swasta di wilayahnya.
“Saya minta ada upaya kepala daerah hidupkan swasta, permudah perizinan, berikan insentif. Kalau swastanya hidup, investasi hidup, otomatis pertumbuhan ekonomi membaik,” tegasnya.
Sementara itu, Kota Makassar dan Provinsi Sulsel masih berada pada kategori fiskal sedang.
Kota Makassar memiliki PAD 46,14 persen, sedangkan Provinsi Sulsel 49,63 persen.
Parepare meski masih masuk kategori fiskal lemah, disebut Tito tetap menunjukkan pertumbuhan positif.
Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman mengaku telah menerima evaluasi Mendagri.
“Terima kasih atas perhatiannya, termasuk arahan terkait pemetaan dan penanganan ekonomi serta inflasi,” ujarnya.
Selama empat jam, Tito mengumpulkan para kepala daerah dalam rapat tertutup.
Pertemuan ini turut dihadiri sejumlah bupati/wali kota, termasuk Bupati Toraja Utara Frederik V Palimbong dan Bupati Tana Toraja Zadrak Tombeg.(faqih)
| DPRD Tana Toraja Bahas Pemisahan OPD untuk Optimalkan PAD |
|
|---|
| Target PAD 2026 Toraja Utara Naik 20 Persen |
|
|---|
| Semester 1 Tahun 2025, PAD Toraja Utara Baru Rp 21 Miliar, Jauh dari Target Rp 71 Miliar |
|
|---|
| Anggota DPR RI Desak Mendagri Beri Sanksi bagi Kepala Daerah yang Tak Hadir dalam Retret Pembekalan |
|
|---|
| Pelantikan Kepala Daerah Terpilih Ditunda, Wamendagri: Keputusan Pekan Depan |
|
|---|