Senin, 1 Juni 2026

Target PAD 2026 Toraja Utara Naik 20 Persen

Kegiatan ini menjadi momentum penting bagi jajaran pemerintah daerah untuk meninjau kembali capaian PAD

Tayang:
Penulis: Zul Fadli | Editor: Imam Wahyudi
zoom-inlihat foto Target PAD 2026 Toraja Utara Naik 20 Persen
Tribun Toraja/Zul Fadli
TARGET PAD - Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Toraja Utara melakukan Rapat Evaluasi Capaian Pendapatan Asli Daerah (PAD) dan Sosialisasi Elektronik Transaksi Pemerintah Daerah (E-TPD), di lantai empat kantor Bupati Toraja Utara, Sulsel, Rabu (18/2/2026). Dihadiri Bupati Toraja Utara Frederik Victor Palimbong, Wakil Bupati Andrew Branch Silambi, Sekda Salvius Pasang. 

TRIBUNTORAJA.COM, RANTEPAO - Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Toraja Utara melakukan Rapat Evaluasi Capaian Pendapatan Asli Daerah (PAD) dan Sosialisasi Elektronik Transaksi Pemerintah Daerah (E-TPD), di lantai empat kantor Bupati Toraja Utara, Sulsel, Rabu (18/2/2026). 

Kegiatan ini menjadi momentum penting bagi jajaran pemerintah daerah untuk meninjau kembali capaian PAD tahun sebelumnya.

Sekaligus memperkuat strategi optimalisasi pendapatan di tahun berjalan.

Dalam rapat tersebut, Bupati Toraja Utara Frederik Victor Palimbong, Wakil Bupati Andrew Branch Silambi, Sekda Salvius Pasang dan Kepala Bapenda Alexander Limbong Tiku, mengevaluasi serta mengidentifikasi capaian PAD termasuk yang masih perlu dibenahi. 

Bupati Toraja Utara, Frederik Victor Palimbong mengatakan, evaluasi PAD difokuskan pada penilaian terhadap capaian tahun sebelumnya.

Termasuk mengidentifikasi target yang belum terpenuhi untuk diperkuat dan dibenahi pada tahun ini.

"Kita melihat apa yang sudah dilakukan tahun lalu, apa capaiannya, dan apa yang belum. Itu kita koreksi dan lakukan pembenahan untuk optimalkan PAD tahun ini," terangnya, Rabu (18/2/2026). 

Bupati menargetkan, PAD akan naik 20 persen tahun ini dibandingkan tahun lalu.

"Tahun lalu target Rp 71 miliar dan tahun ini kita target Rp86 miliar," ujarnya. 

Menurutnya, seluruh sektor bergerak dalam mendongkrak PAD, baik dari pajak maupun retribusi. 

Bahkan optimalisasi retribusi sampah juga melalui sistem digitalisasi guna meminimalisir kebocoran.

Menurutnya, digitalisasi adalah langkah meminimalisir kebocoran PAD. 

"Bukan lagi analog atau manual, tapi digital. Itu yang penting untuk menutup kebocoran," ujar Ketua Gerindra Toraja Utara ini.

Namun jika ada kendala, itu tentu lebih kepada kesadaran masyarakat. 

Untuk itu, Bupati juga meminta seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) telah memiliki rencana dan mengidentifikasi sumber PAD. 

"Sehingga saya pikir tinggal melakukan pengawasan ketat terhadap pajak dan retribusi untuk capai target," tambahnya.(*)

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved