Rabu, 22 April 2026

Mantan Anggota BIN Ungkap Aktor Utama Demo Agustus 2025, Siapa? 

Mantan anggota Badan Intelijen Negara (BIN), Kolonel Inf (Purn) Sri Radjasa Chandra mengungkap skenario di balik demo ricuh

Tayang:
Editor: Imam Wahyudi
zoom-inlihat foto Mantan Anggota BIN Ungkap Aktor Utama Demo Agustus 2025, Siapa? 
Tribun Timur / Thamzil Thahir
TINGGAL PUING - Gedung DPRD Kota Makassar yang tinggal puing saat diabadikan Sabtu (30/8/2025). Gedung DPRD Makassar dibakar massa demonstrasi yang memprotes kebijakan pemerintah menaikkan tunjangan anggota DPR RI, Jumat (29/8/2025) malam. 

TRIBUNTORAJA.COM - Gelombang demonstrasi terjadi berturut-turut setelah Indonesia merayakan Hari Kemerdekaan ke-80, 17 Agustus 2025.

Demo terjadi di sejumlah wilayah pada 25, 28, 29 dan 30 Agustus 2025.

Bahkan, sejumlah aksi unjuk rasa ini berujung kericuhan dari massa yang tak dikenal hingga melakukan pengerusakan terhadap fasilitas umum.  

Tak hanya itu, rumah Menteri Keuangan Sri Mulyani dan beberapa anggota DPR seperti Ahmad Sahroni, Eko Patrio, Uya Kuya hingga Nafa Urbach pun dijarah oleh massa yang marah.

Mantan anggota Badan Intelijen Negara (BIN), Kolonel Inf (Purn) Sri Radjasa Chandra mengungkap skenario di balik demo ricuh tersebut.

Analisisnya, massa dan aparat kemananan yang terlibat bentrok dikendalikan oleh sosok yang sama. 

Hal itu diungkap Sri Radjasa saat wawancara dengan Direktur Pemberitaan Tribun Network, Febby Mahendra Putra di Kantor Redaksi Tribunnews.com, Jakarta, Selasa (2/9/2025). 

"Bahwa aksi demo kemarin adalah aksi yang menggunakan pola dua pihak dikendalikan. Pedemo dan aparat keamanan dikendalikan oleh satu (sosok). Ini boleh saya katakan bahwa non-state actor. Bukan aktor negara ya, bukan," kata Sri Radjasa.

Menurutnya, sosok yang masih memiliki sahwat yang sangat besar untuk bermain pada kontestasi politik 2029 menjadi aktor yang menginisiasi aksi demo ricuh ini.

"Kita lihat, bagaimana sahwat Jokowi ini untuk menghadapi 2029 masih sangat besar. Oleh karenanya, ketika ada hambatan terhadap sahwat Jokowi, itu akan terjadi. Kan aneh, kalau sampai saat ini relawan masih dipertahankan. Bahkan ada organisasi baru yang secara eksplisit mendukung Jokowi. Ini kan cawe cawe," tuturnya.(tribun/abdi)

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved