Kebakaran DPRD Makassar, Korban Tewas Bertambah Jadi Empat Orang

Jumlah korban tewas kebakaran Kantor DPRD Makassar bertambah menjadi empat orang, termasuk anggota Satpol PP. Empat korban lainnya mengalami...

Penulis: Redaksi | Editor: Donny Yosua
Tribun Timur
GEDUNG DPRD SULSEL - Petugas Damkar Makassar tampak memadamkan sisa api di gedung DPRD Sulsel, Jl Urip Sumoharjo Makassar, Sabtu (30/8/2025) pagi. 

TRIBUNTORAJA.COM, MAKASSAR – Jumlah korban tewas dalam kebakaran gedung DPRD Kota Makassar bertambah menjadi empat orang.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Makassar mencatat korban terbaru adalah Budi Haryadi (30), anggota Satpol PP, yang sempat menjalani perawatan medis sebelum meninggal dunia.

“Korban jiwa dalam peristiwa ini sudah empat orang dan satu masih kritis,” kata Plt Kepala Pelaksana BPBD Kota Makassar, Fadli Tahar, Sabtu (30/8/2025) dilansir Antara.

 

 

Budi Haryadi terpaksa melompat dari atap gedung DPRD Makassar untuk menyelamatkan diri. Meski sempat dirawat di RS Primaya, nyawanya tidak tertolong.

Sebelumnya, korban lain bernama Syaiful (43), Kepala Seksi Kesejahteraan Rakyat Kecamatan Ujung Tanah, juga meninggal setelah dirawat intensif di RS Grestelina.

Dua korban lainnya, Muhammad Akbar Basri alias Abay, fotografer Humas DPRD Makassar, serta Sarinawati, staf DPRD, ditemukan meninggal di lantai tiga dalam kondisi hangus terbakar.

 

Baca juga: Ini Sosok 3 Korban Tewas Kebakaran Gedung DPRD Makassar

 

BPBD menduga keduanya bersembunyi di ruangan tersebut karena panik saat massa yang melakukan aksi anarkis mulai naik ke lantai atas dan menjarah barang-barang.

Selain empat korban meninggal, terdapat empat korban luka:

  • Heriyanto (28), petugas kebersihan DPRD Sulsel, kritis akibat melompat dari gedung.
  • Agus Setiawan (32), anggota Satpol PP, mengalami luka robek di kaki.
  • Sahabuddin (45), ajudan Wakil Ketua DPRD, patah tulang pinggul setelah melompat dari lantai dua.
  • Arif Rahman (28), terluka akibat lemparan batu.

 

Baca juga: Pemkot dan DPRD Palopo Siap Sambut Aksi Demo 1 September, Tegaskan Komitmen Tampung Aspirasi

 

Seluruh jenazah korban telah dibawa ke RS Bhayangkara untuk visum sebelum diserahkan kepada keluarga masing-masing.

Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menyampaikan rasa prihatin dan memastikan biaya perawatan korban ditanggung pemerintah.

“Kami sangat prihatin atas kejadian ini dan kami akan menanggung semua biaya pengobatan dari korban,” ujarnya saat menjenguk korban di RS Grestelina.

(*)

Berita Terkait

Ikuti kami di

AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved