Jumat, 10 April 2026

Mudik 2026

Pekerja Mulai Tinggalkan Toraja, Bus Rute Makassar Full, Harga Tiket Normal

Menurut Rahma, perbedaan harga tersebut menyesuaikan dengan jenis dan fasilitas bus yang dipilih penumpang.

Tayang:
zoom-inlihat foto Pekerja Mulai Tinggalkan Toraja, Bus Rute Makassar Full, Harga Tiket Normal
Tribun Toraja/Anastasya Saidong Ridwan
HARGA TIKET - Suasana Perwakilan PO Manggala Trans, depan Pasar Seni Makale, Tana Toraja, Sulawesi Selatan, Minggu (16/3/2026). Harga tiket tujuan Makassar masih terpantau normal. 

TRIBUNTORAJA.COM, MAKALE - Harga tiket bus Manggala Trans rute Toraja (Tana Toraja dan Toraja Utara)–Makassar, Sulawesi Selatan, masih normal meski memasuki periode mudik Lebaran 2026.

Kasir perwakilan Bus Manggala Trans di depan Pasar Seni Makale, Kecamatan Makale, Kabupaten Tana Toraja, Rahma, mengatakan hingga saat ini belum ada kenaikan harga tiket seperti yang kerap terjadi menjelang arus mudik.

“Untuk harga tiket masih normal, tergantung tipe bus. Ada yang Rp180 ribu, Rp200 ribu, Rp230 ribu, sampai Rp250 ribu,” ujarnya saat ditemui di loket pembelian tiket, Selasa (10/3/2026).

Menurut Rahma, perbedaan harga tersebut menyesuaikan dengan jenis dan fasilitas bus yang dipilih penumpang.

Ia menjelaskan sebagian besar penumpang tujuan Makassar. 

Bahkan, banyak di antaranya turun di sekitar kawasan Bandara Sultan Hasanuddin untuk melanjutkan perjalanan menggunakan pesawat.

Meski harga tiket belum mengalami kenaikan, jumlah penumpang mulai meningkat menjelang musim mudik Lebaran.

Hal itu terlihat dari hampir seluruh armada bus yang telah terisi penuh.

“Kalau harga belum ada kenaikan, tapi hampir semua bus sudah penuh penumpang,” katanya.

Ia menambahkan peningkatan jumlah penumpang umumnya didominasi masyarakat yang hendak kembali ke Makassar atau melanjutkan perjalanan ke daerah lain melalui jalur udara.

Perlu diketahui, Kabupaten Tana Toraja dan Toraja Utara merupakan daerah dengan mayoritas penduduk beragama Kristen.

Karena itu, saat momentum Lebaran, arus mudik menuju Toraja relatif sepi.

Sebaliknya, jumlah warga yang keluar dari Toraja justru meningkat, karena banyak pekerja di wilayah ini merupakan perantau dari berbagai daerah yang pulang ke kampung halaman masing-masing.(*)

 
 

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved