Tarian Toraja Akan Dipentaskan di Korea Selatan
Andong International Mask Dance Festival, festival tari topeng internasional paling bergengsi yang digelar di Kota Andong, Korea Selatan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/toraja/foto/bank/originals/25092025_Andong_Festival.jpg)
Muhammad Aulia Rakhmat (Art Director Sugi Performing Arts, Pamong Budaya pada Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah XIX Kementerian Kebudayaan), melaporkan dari Andong, Korea Selatan
TRIBUNTORAJA.COM - Tarian khas Toraja diperkenalkan di panggung internasional.
Adalah Sugi Performing Arts yang akan memperkenalkan tarian mayarakat Toraja di Korea Selatan.
Sugi Performing Arts terpilih mewakili Indonesia dalam ajang Andong International Mask Dance Festival, salah satu festival tari topeng internasional paling bergengsi yang digelar di Kota Andong, Korea Selatan.
Rangkaian festival ini akan berlangsung mulai Kamis (25/9/2025) hingga Senin (6/10/2025).
Dalam kesempatan prestisius ini, tim Sugi Performing Arts akan menampilkan lima karya tari yang berakar dari tradisi masyarakat Sulawesi Selatan, termasuk dari Toraja.
Tarian yang akan ditampilkan yaitu Tari Meong Ampalo, Tari Sumange Sipakalebbi, Tari Measa Aroa, Tari Pajaga Makkunrai Wajo, dan Tari Rambu Solo (Toraja).
Setiap karya bukan hanya sebuah tontonan, tetapi juga representasi kekayaan budaya dan filosofi kehidupan masyarakat Sulawesi Selatan yang sarat nilai kebersamaan, penghormatan, dan spiritualitas.
Festival ini akan menghadirkan delegasi seni dari 30 negara, termasuk Korea Selatan, Taiwan, India, Malaysia, Singapura, Jepang, Thailand, Sri Lanka, Rusia, Latvia, hingga Selandia Baru.
Keikutsertaan Indonesia melalui Sugi Performing Arts menjadi momentum penting untuk menunjukkan kepada dunia bahwa seni tradisi Nusantara memiliki daya tarik universal sekaligus mampu berdialog dengan kebudayaan global.
Adapun tim Sugi Performing Arts terdiri saya, Ketua Sanggar sekaligus pemusik Irvan Dahlan, koreagrafer/penari Husni Utami Sugihartono, komposer/pemusik Andi Mustajab, pemusik Ade Putra Prawira, penari Nurul Salsabila Patty, penari Qisti Mardatila Amran, penari Arfilia Ananda, penari Mutia Nurfadella Ali, penari Anugrah Tripuspita Kadriah.
Ini adalah kesempatan emas sekaligus amanah.
Kami ingin menunjukkan kepada dunia bahwa Indonesia, khususnya Sulawesi Selatan, memiliki kekayaan tradisi yang tidak hanya indah secara visual, tetapi juga sarat makna.
Kami juga berterima kasih kepada Kementerian Kebudayaan atas dukungan, kepercayaan, serta fasilitasi yang diberikan.
Tanpa itu semua, langkah kami mungkin tidak akan sampai sejauh ini.
| Kasat Lantas Polres Toraja Utara Berganti, Pejabat Baru Pangkat Iptu |
|
|---|
| Pengacara Pegawai BPS Gereja Toraja: C Bukan Tersangka Kasus Narkoba |
|
|---|
| Samapta Polres Tana Toraja Tingkatkan Patroli Malam, Pelajar Disuruh Pulang |
|
|---|
| 36 Siswa SMAN 1 Toraja Utara Lolos SNBP 2026 di 8 Universitas, Ada di UI |
|
|---|
| Bangunan di Sempadan Jalan dan Sungai Kota Rantepao Siap-siap Digusur |
|
|---|