Kesehatan
Bisa Sebabkan Depresi, Kenali Post Power Syndrome dan Cara Mengatasinya
Post power syndrome biasanya dialami oleh individu yang sebelumnya sangat aktif dalam pekerjaan atau kegiatan tertentu.
Penulis: Redaksi | Editor: Donny Yosua
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/toraja/foto/bank/originals/ilustrasi-pelecehan-lecehkan-pencabulan-cabuli-sodomi-pria-depresi-stress-2-1732023.jpg)
TRIBUNTORAJA.COM – Post power syndrome adalah kondisi emosional yang dialami seseorang setelah kehilangan posisi atau kekuasaan yang sebelumnya mereka miliki.
Pada situasi ini, individu sering merasakan ketidakstabilan emosional dan mental.
Menurut Kementerian Kesehatan RI, post power syndrome merupakan perasaan yang muncul ketika seseorang tidak lagi memegang kendali atas pekerjaan atau tanggung jawab besar yang pernah mereka miliki.
Hal ini sering dialami oleh mereka yang baru saja pensiun setelah bertahun-tahun menjalani rutinitas pekerjaan.
Post power syndrome biasanya dialami oleh individu yang sebelumnya sangat aktif dalam pekerjaan atau kegiatan tertentu.
Ketika kehilangan peran tersebut, mereka merasa kehilangan identitas dan mengalami kekosongan.
Baca juga: Liam Payne Ternyata Pernah Mengalami Masalah Kesehatan Mental Saat Masih di One Direction
Jika tidak ditangani dengan baik, post power syndrome dapat memicu depresi.
Kondisi mental ini ditandai dengan gejala seperti emosi yang tidak stabil, mudah tersinggung, kehilangan semangat, dan lebih rentan terhadap penyakit.
Baca juga: Pesan Penting Dokter Otto Bagi Masyarakat Toraja di Hari Kesehatan Mental Sedunia
Cara Mengatasi Post Power Syndrome
| Jangan Main HP dan Medsos Sebelum Tidur, Ini Bahaya yang Mengintai |
|
|---|
| Jangan Masukkan Bahan Makanan Ini ke Freezer, Bisa Rusak Tekstur dan Rasa |
|
|---|
| Apakah Orang Dewasa Wajib Rutin Minum Obat Cacing? Ini Penjelasan Dokter |
|
|---|
| Kopi Hitam Dinilai Lebih Aman bagi Kesehatan, Ini Penjelasan Dokter |
|
|---|
| 5 Kegiatan Harian yang Dapat Menguras Tenaga Tanpa Disadari |
|
|---|