Senin, 27 April 2026

Pesan Penting Dokter Otto Bagi Masyarakat Toraja di Hari Kesehatan Mental Sedunia

Masyarakat Toraja dengan kekayaan budaya dan adat istiadatnya yang unik, juga menghadapi tantangan kesehatan mental.

Tayang:
Penulis: Freedy Samuel Tuerah | Editor: Apriani Landa
zoom-inlihat foto Pesan Penting Dokter Otto Bagi Masyarakat Toraja di Hari Kesehatan Mental Sedunia
ist
dr Ottorian Palinggi SpKJ 

TRIBUNTORAJA.COM, RANTEPAO - Tanggal 10 Oktober tiap tahunnya diperingati sebagai Hari Kesehatan Jiwa Sedunia. 

Tahun ini mengangkat tema "Saatnya Memprioritaskan Kesehatan Jiwa di Tempat Kerja".

Kesehatan mental bagi masyarakat sangat penting. Hal ini dijelaskan oleh dr Ottorian Palinggi SpKJ.

Alumni Unhas ini menjelaskan bahwa masyarakat Toraja dengan kekayaan budaya dan adat istiadatnya yang unik, juga menghadapi tantangan kesehatan mental.

"Perubahan sosial, modernisasi, dan tekanan hidup sehari-hari berdampak pada kesehatan mental masyarakat," ucapnya. 

Ia mengatakan bahwa perhatian terhadap kesehatan mental perlu mencakup semua lapisan.

"Tidak hanya karyawan di lingkungan kerja tetapi juga masyarakat luas, termasuk daerah-daerah seperti Tana Toraja dan  Toraja Utara," ucapnya, Kamis (10/10/2024).

Kesadaran akan pentingnya kesehatan jiwa harus diperluas, sehingga semua orang, baik di wilayah perkotaan maupun di daerah seperti Toraja, dapat mengakses layanan kesehatan mental yang mereka butuhkan," tuturnya.

Tenaga medis di RSUD Pongtiku dan RS Elim Rantepao ini mengajak masyarakat Toraja untuk menciptakan lingkungan yang lebih mendukung kesehatan mental.

"Termasuk di tempat kerja maupun di komunitas, termasuk wilayah-wilayah dengan budaya yang kaya dan beragam seperti Toraja, dengan dukungan yang tepat dan menciptakan lingkungan tanpa stigma diharapkan akses ke layanan kesehatan tidak terlambat," jelasnya.

Dokter Otto menambahkan, tantangan masyarakat di Toraja yaitu tingginya stigmanisasi atau melabel negatif Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ).

"Kita sadar atau tidak terlalu banyak menghakimi orang yang menyebabkan mereka takut dan malu mengakses layanan kesehatan. Mari kita sadari bahwa kesehatan mental sama pentingnya dengan kesehatan fisik," imbuhnya.

Putra asli Toraja ini menghimbau agar masyarakat lebih berperan aktif dalam menjaga kesehatan mental.

"Mari kita mulai memprioritaskan kesehatan jiwa di tempat kerja. Saatnya melangkah bersama untuk dunia kerja yang lebih sehat, produktif, dan penuh empati. Dengan meningkatkan kesadaran tentang pentingnya kesehatan jiwa, kita bisa membantu menciptakan komunitas yang lebih tangguh, harmonis, dan sehat, tidak hanya di kota-kota besar tetapi juga di setiap pelosok negeri," ucapnya.

"Kesehatan jiwa adalah hak semua orang, dan kita harus berupaya menjangkau setiap komunitas, termasuk masyarakat adat, dan bagi sebagian besar wilayah yang masih banyak daerah yang sulit dijangkau seperti beberap wilayah di Toraja demi kesejahteraan bersama," tutupnya.
(*)

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved