Sejarah Hari Buruh Atau May Day yang Diperingati Tiap 1 Mei
Di Indonesia, pada tahun 2013,Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), hari buruh sebagai hari libur nasional hingga saat ini.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/toraja/foto/bank/originals/01052024_Hari_Buruh.jpg)
TRIBUNTORAJA.COM - Tiap tanggal 1 Mei diperingati sebagai Hari Buruh Sedunia atau May Day.
Tahn 2024, 1 Mei jatuh pada hari Rabu, hari ini.
Inilah sekilas sejarah 1 Mei diperingati sebagai Hari Buruh Sedunia atau May Day.
Hari Buruh Internasional muncul pada akhir abad ke-19 untuk memperingati perjuangan delapan jam kerja sehari.
Sejarah May Day sebagai hari buruh ini juga lahir dari sebuah federasi internasional, sebuah kelompok sosialis dan serikat buruh.
Sementara sebelum abad ke-19, istilah May Day merujuk pada perayaan pergantian musim, ke musim semi (spring) di Amerika Serikat (AS).
Itu dibuat setelah sebuah insiden pada tahun 1886, yang disebut Kerusuhan Haymarket di Chicago pada tahun 1886, mengutip Boston Public Library.
Dalam insiden ini, kaum anarkis dalam gerakan buruh di Chicago dieksekusi secara salah setelah terjadinya pemboman.
Pada abad ke-20, hari libur 1 Mei tersebut mendapat pengesahan resmi dari Uni Soviet.
Dan juga dirayakan sebagai Hari Solidaritas Buruh Internasional, terutama di beberapa negara Komunis.
Lantas Presiden Cleveland meresmikan Hari Buruh sebagai hari libur bulan September untuk memisahkan hari tersebut dari implikasi radikal Hari Buruh Internasional.
May Day pun dirayakan di sebagian besar negara lain di dunia, ironisnya, sebagian besar dunia mengetahui kisah Insiden Haymarket, sementara sebagian besar orang Amerika sudah melupakannya.
Sementara mengutip surakarta.go.id, di Indonesia sendiri, baru pada masa reformasi, hari buruh kembali rutin dirayakan di banyak kota, dan mengusung berbagai tuntutan mulai dari kesejahteraan hingga penghapusan sistem alih daya.
BJ Habibie sebagai presiden pertama di era reformasi melakukan ratifikasi konvensi ILO Nomor 81 tentang kebebasan berserikat buruh.
Lantas, pada 1 Mei 2013, terjadi peristiwa sejarah hari buruh yang penting di Indonesia, di mana Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menetapkan hari buruh sebagai hari libur nasional.
| Kisah SBY Terlambat Daftar Akmil hingga Berhasil Jadi Lulusan Terbaik |
|
|---|
| SBY Tanggapi Gelombang Demo di Indonesia: Pemimpin Harus Jaga Dialog dan Kebersamaan |
|
|---|
| 1,68 Juta Warga Sulsel Bekerja sebagai Buruh |
|
|---|
| Tak Ada Unjuk Rasa Hari Buruh di Toraja, Warga: Mereka Baru Demo Kalau Warung Ballo Dibongkar |
|
|---|
| Momen Ketua DPRD Sulsel Minta Maaf dalam Aksi Hari Buruh di Makassar |
|
|---|