Banjir Bandang dan Longsor Landa Pakistan, Tewaskan Lebih dari 300 Orang
Otoritas Manajemen Bencana Provinsi Khyber Pakhtunkhwa, pada Sabtu (16/8/2025), menyatakan bahwa sebanyak 307 orang tewas.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/toraja/foto/bank/originals/21122024_banjir_Soppeng.jpg)
TRIBUNTORAJA.COM, PESHAWAR - Hujan lebat yang turun dalam dua hari terakhir ini memicu banjir bandang, longsor, serta bencana alam lainnya di Paskitan wilayah barat laut.
Menurut otoritas bencana, korban tewas setidaknya mencapai 321 orang.
Korban tewas terbanyak di provinsi pegunungan Khyber Pakhtunkhwa di Pakistan barat laut. Otoritas Manajemen Bencana Provinsi Khyber Pakhtunkhwa, pada Sabtu (16/8/2025), menyatakan bahwa sebanyak 307 orang tewas.
Sejumlah lainnya masih hilang di daerah perbukitan dan pegunungan.
Sebagian besar korban tewas akibat banjir bandang dan rumah-rumah yang runtuh, termasuk 15 perempuan dan 13 anak-anak. Setidaknya 23 lainnya luka-luka.
Sementara itu, lima orang lainnya tewas di wilayah utara Gilgit-Baltistan, sembilan orang di Kashmir yang dikuasai Pakistan.
Dilaporkan sebuah helikopter yang sedang dalam misi penyelamatan di provinsi yang dilanda banjir jatuh akibat cuaca buruk, menewaskan lima awaknya, Jumat (15/8/2025).
Helikopter militer ini digunakan untuk membantu masyarakat yang terdampak bencana alam di daerah yang sulit diakses lewat darat.
Kepala Menteri Khyber Pakhtunkhwa, Ali Amin Gadapur, mengatakan bahwa helikopter M-17 jatuh akibat cuaca buruk saat terbang ke Bajaur, wilayah yang berbatasan dengan Afghanistan.
Khyber Pakhtunkhwa telah menetapkan hari berkabung.
Fenomena alam berupa hujan deras, banjir bandang, sambaran petir, tanah longsor, hingga runtuhnya bangunan menjadikan periode ini sebagai yang paling mematikan dalam musim hujan tahun ini.
Pemerintah setempat memperingatkan hujan lebat diperkirakan akan berlanjut hingga 21 Agustus 2025, khususnya di wilayah barat laut negara itu, di mana beberapa daerah telah dinyatakan sebagai zona bencana.
Distrik Buner menjadi wilayah yang paling parah terdampak. Lokasi yang berjarak sekitar tiga setengah jam perjalanan dari ibu kota Islamabad itu mencatat 184 korban jiwa.
Warga merasakan kegerian akibat bencana ini. Korban selamat menyebutkan, banjir datang tiba-tiba bagaikan "kiamat".
Infrastruktur, lahan pertanian, serta kebun buah mengalami kerusakan luas.
| Dua Tahun Dicueki Pemkab Tana Toraja, Warga Marinding Gotong Royong Bersihkan Longsoran |
|
|---|
| Dua Tahun Puskesmas Ma’dong Toraja Utara Dibayangi Ancaman Longsor |
|
|---|
| Latihan Tempur di Cisarua, 23 Marinir Tertimbun Longsor, 4 Ditemukan Meninggal |
|
|---|
| Longsor di Lembang Marinding Tana Toraja, Satu Rumah Rusak Berat |
|
|---|
| BNPB: Jumlah Pengungsi Banjir Sumatera Terus Berkurang |
|
|---|