Psikiater: Kecanduan Judi Online Bisa Jadi Tanda Trauma
Psikiater dr. Jiemi Ardian ungkap kecanduan judi online bisa terkait trauma yang belum terselesaikan. Penanganan profesional penting demi...
Penulis: Redaksi | Editor: Donny Yosua
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/toraja/foto/bank/originals/ilustrasi-judi-online-7112024.jpg)
Ia juga mengingatkan bahwa pelaku judi online berisiko tinggi mengalami depresi.
Kondisi ini bisa berdampak pada keluarga yang turut mengalami tekanan psikologis, sehingga menimbulkan apa yang disebut secondary trauma.
“Keluarga yang ‘tertular’ trauma ini akhirnya akan menganggap judi online sebagai hal buruk, dan nantinya bahkan bisa memicu kemarahan hanya dengan melihat konten judol,” ungkap Jiemi.
Jiemi menegaskan bahwa kecanduan judi online perlu ditangani oleh profesional sebagai bentuk tanggung jawab terhadap diri sendiri sekaligus kesadaran akan dampaknya bagi keluarga.
(*)
| Grebek Judi Sabung Ayam, Polres Toraja Utara Amankan 19 Motor |
|
|---|
| Pelaku Judi Sabung Ayam di Tongkonan To’mala Toraja Utara Kabur, Joni Amankan 8 Ekor |
|
|---|
| FKUB Tana Toraja: Kondisi Sosial di Toraja Mengkhawatirkan |
|
|---|
| Judi Sabung Ayam Terang-terangan di Mengkendek, Kapolres Tana Toraja: Di Sana Ada Oknum Ijo |
|
|---|
| Gubernur Sumut Bobby Nasution Ajak ASN Investasi Saham untuk Hindari Judi Online |
|
|---|