Kamis, 23 April 2026

Pengakuan Istri Brigadir Nurhadi: Merokok Saja Tidak Bisa

Elma juga membantah menerima uang Rp 400 juta dengan syarat kasus kematian suaminya tidak diungkit.

Tayang:
Editor: Apriani Landa
zoom-inlihat foto Pengakuan Istri Brigadir Nurhadi: Merokok Saja Tidak Bisa
TRIBUNLOMBOK.COM/ ROBBY FIRMANSYAH
BRIGADIR NURHADI : Istri Brigadir Nurhadi, Elma Agustina saat ditemui di rumahnya, Sabtu (12/7/2025). Elma menyakini suaminya dicekoki miras dan narkoba karena merokok saja tidak bisa. 

TRIBUNTORAJA.COM, LOMBOK BARAT - Elma Agustina (28), Brigadir Muhammad Nurhadi, masih merasakan pilu.

Suaminya meninggal dunia dalam kondisi tidak wajar.

Brigadir Nurhadi, anggota Paminal Bid Propam Polda NTB ditemukan tewas secara tragis di dasar kolam setelah berpesta dengan dua atasan dan satu perempuan di Villa Tekek, Gili Trawangan, Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat (NTB).

Elma tidak percaya jika suaminya ikut dalam "pesta" tersebut.

Ia pun membantah jika suaminya menenggak minuman keras, apalagi menggunakan narkoba.

Menurutnya, Nurhadi jauh dari dua benda tersebut. 

“Merokok saja dia tidak bisa, apalagi memakai obat-obatan dan minum minuman keras," kata Elma saat ditemui di rumahnya, Desa Sembung, Kecamatan Narmada, Lombok Barat, Jumat (1/7/2025).

"Itu sama sekali tidak benar. Saya merasa dia dicekoki, dipaksa," tambahnya. 

Pada kesempatan itu, Elma membantah menerima uang Rp 400 juta dengan syarat kasus kematian suaminya tidak diungkit.

Elma membenarkan sejumlah polisi mendatanginya, termasuk dua istri atasan yang menjadi tersangka pembunuh suaminya, istri Kompol I Made Yogi Purusa Utama dan istri I Gede Haris Chandra.

Beredar tuduhan, Elma menerima uang dari tersangka Kompol YG sebesar Rp 400 juta agar menerima kematian suaminya, dan tidak memperkarakannya lagi.  

"Itu semua fitnah, saya tidak akan menukar nyawa suami saya dengan uang, tidak pernah ada uang Rp 400 juta itu demi Allah."

"Seperti apa yang Rp 400 juta saja tidak pernah saya lihat," ungkap Elma.

Elma mengaku hanya menginginkan keadilan bagi suaminya. Dia berharap penyebab kematian suaminya segera terungkap. 

Reni (35), kakak Ipar Nurhadi, selalu mengikuti perkembangan kasus Nurhadi. Dia mencari tahu apa yang telah terjadi dan apa yang mereka alami pasca-kematian Nurhadi.  

Sumber: Tribun Lombok
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved