Harga Babi Ternak di Toraja Perlahan Turun, Mulai Rp 4 Juta Per Ekor
harga babi di Toraja sempat melambung, naik hingga berkali-kali lipat dikarenakan pasokan berkurang akibat hantaman virus Flu Babi
Penulis: Lilianti Ariyani Saalino | Editor: Apriani Landa
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/toraja/foto/bank/originals/09022023_Babi.jpg)
TRIBUNTORAJA, RANTEPAO - Harga babi ternak di Toraja, Sulawesi Selatan, perlahan turun.
Seperti pantauan Tribun Toraja di Pasar Hewan Bolu, Kecamatan Tallunglipu, Kabupaten Toraja Utara, Kamis (3/7/2025).
Harga babi kini dipatok antara Rp 4 juta per ekor sampai Rp 7 juta, tergantung ukurannya dan jenis kelaminnya. Umumnya babi jantan agak mahal sedikit dari babi betina.
Peternak babi, Santoso, mengatakan, harga tersebut turun secara perlahan.
"Syukur harga babi sudah mulai turun sampai seribu (satu juta) per ekor. Yahh, setidaknya tidak seperti tahun kemarinlah yang naik sampai tiga kali lipat," ucap peternak berusia 55 tahun itu kepada Tribun Toraja.
Baca juga: Januari-Desember 2024. Kasus Demam Babi di Toraja Utara Capai 1.039
Baca juga: Harga Babi Ternak di Toraja Melambung, Mulai Rp 5 Juta Hingga 20 Juta Per Ekor
Bapak dua anak ini menjelaskan bahwa babi asli Toraja saat ini masih sulit didapatkan Jadi, saat ini, masih banyak babi impor dari Sulawesi Tengah.
Diketahui bahwa harga babi di Toraja sempat melambung, naik hingga berkali-kali lipat. Kenaikan itu terasa di sepanjang tahun 2024 kemarin.
Babi ternak umur 7 bulan misalnya dijual sekitar Rp 5 juta per ekor. Bahkan, ada yang dijual hingga Rp 8 juta per ekor.
Sedangkan babi ternak umur 3 tahun ke atas dijual sebesar Rp 13 juta hingga Rp 20 juta per ekor.
Umumnya babi tambun ini dipakai untuk acara adat Rambu Tuka'.
Baca juga: Harga Daging Babi Melonjak di Toraja, Kini Capai Rp 120 Ribu Perkilogram
Melambungnya harga babi di Toraja ini dipicu karena kurangnya pasokan babi ternak pasca merebaknya African Swine Fever (ASF) alias Flu Babi.
Virus ini menyerang babi ternak milik warga sehingga banyak yang mati. Di Toraja Utara, lebih dari 7.000 babi mati, di Tana Toraja juga ribuah yang mati karena virus.
Karena banyak yang mati, maka babi pun langka. Bahkan banyak diimpor dari daerah lain untuk memenuhi kebutuhan konsumsi maupun acara adat meski dengan Harga yang mahal.
Babi Putih
Sejak babi langka, muncul istilah "babi putih" di Toraja.
| Beda dari yang Lain, SDN 2 Rantepao Sudah Masuk Sekolah Sejak 26 Maret |
|
|---|
| Pertemuan Pemuda dan Kapolres Usai Unras di Mapolres Toraja Utara Hasilkan 4 Kesepakatan |
|
|---|
| Dari Atap Toyota Hilux, Pemuda Toraja Utara Desak Kapolres Berantas Judi dan Narkoba |
|
|---|
| Resmob Polres Toraja Utara Bekuk Predator Anak, Dua Bocah Jadi Korban |
|
|---|
| Polres Toraja Utara Serahkan Zakat Fitrah dan Infak Personel ke Baznas |
|
|---|