Minggu, 10 Mei 2026

Anaknya Tak Lulus Jalur Domisili, Warga Antang Tutup Jalan ke SMAN 12 Makassar

warga akhirnya bersedia membuka blokade jalan dan menyampaikan tuntutan mereka langsung kepada pihak sekolah.

Tayang:
Editor: Imam Wahyudi
zoom-inlihat foto Anaknya Tak Lulus Jalur Domisili, Warga Antang Tutup Jalan ke SMAN 12 Makassar
ist
TUTUP JALAN - Tangkapan layar video warga Kelurahan Antang, Kecamatan Manggala, Kota Makassar, Sulsel, memblokade Jalan Moha Lasuloro yang merupakan jalan menuju SMA Negeri 12 Makassar, Kamis (3/7/2025) pagi. Aksi itu dilakukan sebagai bentuk protes karena anak-anak mereka tidak lolos dalam proses Penerimaan Murid Baru (SPMB) tahun ajaran 2025/2026. 

TRIBUNTORAJA.COM – Sejumlah warga Kelurahan Antang, Kecamatan Manggala, Kota Makassar, Sulsel, memblokade Jalan Moha Lasuloro yang merupakan jalan menuju SMA Negeri 12 Makassar, Kamis (3/7/2025) pagi. 

Aksi itu dilakukan sebagai bentuk protes karena anak-anak mereka tidak lolos dalam proses Penerimaan Murid Baru (SPMB) tahun ajaran 2025/2026.

Warga menutup Jalan Moha Lasuloro dengan besi hollow dan berkumpul di badan jalan.

Aksi dimulai sejak pukul 05.30 Wita dan langsung menghambat arus lalu lintas di kawasan perumahan padat penduduk itu.

“Ini satu-satunya akses dari barat ke timur. Penutupan ini mengganggu aktivitas warga lainnya,” kata Kapolsek Manggala, Kompol Semuel To’longan, yang turun langsung memediasi.

Menurut Semuel, warga merasa kecewa karena sejumlah anak yang tinggal dekat dengan SMA Negeri 12 Makassar tidak diterima, baik melalui jalur zonasi maupun jalur prestasi.

Aksi tutup jalan pun dijadikan tekanan agar pihak sekolah merespons keluhan mereka.

“Keluhannya karena anak-anak mereka yang tinggal sangat dekat dengan sekolah justru tidak diterima. Kami langsung arahkan agar mereka bertemu pihak sekolah untuk berdialog,” jelasnya.

Setelah proses mediasi, warga akhirnya bersedia membuka blokade jalan dan menyampaikan tuntutan mereka langsung kepada pihak sekolah.

Wakil Kepala SMA Negeri 12 Makassar, Abdul Kadir, membenarkan bahwa sebelumnya warga sempat datang ke sekolah membawa aspirasi tentang empat calon siswa yang tidak lolos.

“Saya sudah minta agar bersabar. Dari empat yang diusulkan, dua sudah kami akomodir sejak awal berdasarkan nilai tertinggi,” ucap Abdul Kadir.

Ia menilai aksi penutupan jalan tersebut disebabkan oleh miskomunikasi.

“Mereka belum tahu kalau sebenarnya semua sudah kami akomodir. Setelah komunikasi dengan kepala sekolah dan dinas, keempat siswa itu kini diterima,” tegasnya.

Dengan pengakomodasian penuh terhadap empat calon siswa tersebut, pihak sekolah berharap kejadian serupa tidak terulang, dan warga bisa terus menjalin komunikasi secara terbuka.(emba)

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved