Senin, 27 April 2026

Studi MIT: Pemakaian ChatGPT Picu Penurunan Aktivitas Otak hingga 55 Persen

Penelitian MIT mengungkap penggunaan ChatGPT berpotensi membuat otak manusia kurang aktif hingga 55 persen. Dampaknya terasa pada kemampuan...

Tayang:
Penulis: Redaksi | Editor: Donny Yosua
zoom-inlihat foto Studi MIT: Pemakaian ChatGPT Picu Penurunan Aktivitas Otak hingga 55 Persen
Gridpop.id
PENURUNAN AKTIVITAS OTAK - Ilustrasi ChatGPT. Penelitian MIT mengungkap penggunaan ChatGPT berpotensi membuat otak manusia kurang aktif hingga 55 persen. Dampaknya terasa pada kemampuan berpikir kritis dan daya ingat. 

Mahasiswa yang rutin memakai ChatGPT mengalami penurunan aktivitas otak hingga 55 persen dibanding kelompok Brain-only.

Menurut tim MIT, penggunaan ChatGPT menyebabkan otak pengguna menjadi lebih pasif.

Proses berpikir mandiri menurun drastis, karena AI mengambil alih hampir seluruh proses penulisan.

Sementara itu, kelompok yang memakai mesin pencari juga mengalami penurunan aktivitas otak, tetapi lebih ringan, berkisar 34 persen hingga 48 persen.

“Kelompok Brain-only mengandalkan jaringan saraf otak yang lebih luas dan terdistribusi. Sementara kelompok Search Engine memanfaatkan kombinasi kontrol visual dan regulasi kognitif, sedangkan kelompok yang memakai LLM seperti ChatGPT lebih banyak mengandalkan integrasi prosedural dari saran yang diberikan AI,” tulis tim MIT, dikutip dari The Register.

Para peneliti menilai temuan ini memiliki implikasi besar, terutama di sektor pendidikan, karena bisa memengaruhi cara pelajar memahami dan menyerap materi.

 

Baca juga: Ingin Saingi ChatGPT, Elon Musk Bikin Perusahaan AI Baru

 

Daya Ingat Juga Melemah

Tak hanya berdampak pada aktivitas otak, kebiasaan mengandalkan ChatGPT juga memengaruhi daya ingat.

Penelitian MIT menemukan bahwa mahasiswa yang terbiasa memakai AI kesulitan mengingat isi esai yang mereka tulis sendiri.

Hal ini terungkap ketika para peneliti menukar metode penulisan antar kelompok pada sesi akhir.

Kelompok yang semula hanya mengandalkan kemampuan otak (Brain-only) ternyata mampu beradaptasi dengan baik ketika diperbolehkan menggunakan ChatGPT.

Sebaliknya, mereka yang awalnya terbiasa memakai AI justru mengalami kesulitan merangkai kalimat saat harus menulis tanpa bantuan apa pun.

“Pada Sesi 4, penghapusan dukungan AI secara drastis mengganggu peserta dari kelompok LLM,” tulis laporan MIT.

Sumber: Kompas.com
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved