Jumat, 10 April 2026

Studi MIT: Pemakaian ChatGPT Picu Penurunan Aktivitas Otak hingga 55 Persen

Penelitian MIT mengungkap penggunaan ChatGPT berpotensi membuat otak manusia kurang aktif hingga 55 persen. Dampaknya terasa pada kemampuan...

Tayang:
Penulis: Redaksi | Editor: Donny Yosua
zoom-inlihat foto Studi MIT: Pemakaian ChatGPT Picu Penurunan Aktivitas Otak hingga 55 Persen
Gridpop.id
PENURUNAN AKTIVITAS OTAK - Ilustrasi ChatGPT. Penelitian MIT mengungkap penggunaan ChatGPT berpotensi membuat otak manusia kurang aktif hingga 55 persen. Dampaknya terasa pada kemampuan berpikir kritis dan daya ingat. 

TRIBUNTORAJA.COM – Teknologi kecerdasan buatan (AI) seperti ChatGPT ternyata tidak hanya membawa manfaat, tetapi juga menyimpan potensi risiko terhadap kinerja otak manusia.

Riset terbaru dari Massachusetts Institute of Technology (MIT) membeberkan bahwa penggunaan ChatGPT secara terus-menerus bisa membuat aktivitas otak menurun drastis.

Penelitian yang dipimpin Dr. Nataliya Kosmyna dari MIT Media Lab ini menunjukkan bahwa individu yang sering mengandalkan ChatGPT dalam menulis esai mengalami penurunan aktivitas otak hingga 55 persen, dibandingkan mereka yang menulis tanpa bantuan teknologi apa pun.

 

 

Tiga Metode Pengujian Esai

Riset bertajuk "Your Brain on ChatGPT: Accumulation of Cognitive Debt when Using AI Assistant for Essay Writing Task" tersebut melibatkan 54 mahasiswa di wilayah Boston, Amerika Serikat. Para peserta dibagi dalam tiga kelompok:

  1. Kelompok Brain-only, yang menulis esai sepenuhnya tanpa bantuan alat digital apa pun.
  2. Kelompok Search Engine, yang diperbolehkan menggunakan mesin pencari online sebagai referensi.
  3. Kelompok ChatGPT, yang diberi kebebasan penuh untuk menulis esai dengan bantuan chatbot GPT-4o.

Seluruh peserta menulis esai selama 20 menit sambil dipasangi perangkat elektroensefalogram (EEG) di kepala.

Alat EEG merekam aktivitas gelombang otak, termasuk tingkat konsentrasi dan beban kerja kognitif. Pengujian ini dilakukan empat kali dalam beberapa bulan.

Selain rekaman EEG, para peneliti juga menganalisis kualitas esai secara linguistik dan melalui penilaian langsung baik oleh guru manusia maupun sistem AI.

Setelah selesai, mahasiswa pun diwawancarai untuk mendalami pengalaman mereka.

 

Baca juga: Elon Musk Hadirkan Grok-3, Ini Fitur yang Bakal Jadi Pesaing ChatGPT dan DeepSeek

 

Aktivitas Otak Turun Drastis

Hasil penelitian mengungkap fakta mengejutkan.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved