Selasa, 19 Mei 2026

Polemik Musolla di Patung Yesus

Polemik Pembangunan Musolla di Wisata Religi Burake Tana Toraja, Masyarakat Protes 'Peran' Kapolres

Masyarakat Kelurahan Buntu Burake menyayangkan adanya pembangunan Musolla, tanpa ada sosialisasi lebih dulu.

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Freedy Samuel Tuerah | Editor: Apriani Landa
zoom-inlihat foto Polemik Pembangunan Musolla di Wisata Religi Burake Tana Toraja, Masyarakat Protes 'Peran' Kapolres
ist
PELETAKAN BATU PERTAMA - Kapolres Tana Toraja, AKBP Budi Hermawan, melakukan peletakan batu pertama pembangunan Musolla Aisyah di Kelurahan Buntu Burake, Kecamatan Makale, Tana Toraja, Sulsel, Minggu (8/6/2025). Pembangunan Musollah ini jadi polemik karena dibangun di areal objek wisata religi. 

TRIBUNTORAJA.COM, MAKALE - Pembangunan Musolla Aisyah di Kelurahan Buntu Burake, Kecamatan Makale, Tana Toraja, Sulsel, menuai protes dari masyarakat setempat.

Musolla itu dibangun di tanah milik Keluarga Aisyah. Lokasinya pembangunan tersebut berada di sekitar portal kedua Objek Wisata Religi Patung Yesus Memberkati di Buntu Burake.

Peletakan batu pertama pembangunan Musolla ini dilakukan oleh Kapolres Tana Toraja, AKBP Budi Hermawan, Minggu (8/6/2025) kemarin.

Masyarakat Kelurahan Buntu Burake menyayangkan adanya pembangunan ini, tanpa ada sosialisasi lebih dulu.

"Saya tinggal di Buntu Bukare juga kaget ada info pembangunan Musolla. Jadi memang tidak ada pemberitahuan ke tokoh masyarakat maupun ke pemerintahan setempat," ucap seorang warga Buntu Burake.

Pembangunan ini menimbulkan polemik di sosial media (sosmed) hingga di grup-grup WhatsApps (WAGs).

Untuk meredam berkembangnya polemik ini, Forum Komunikasi Umat Beragama (FKUB) Tana Toraja bersama Tokoh adat hingga tokoh masyarakat mengadakan pertemuan di kantor Kelurahan Buntu Burake, Kecamatan Makale, Tana Toraja, Sulsel, Senin (9/6/2025) pagi.

Keluarga Aisyah selaku pemilik tanah juga hadir dalam pertemuan tersebut.

Pertemuan itu mencapai 5 kesepakatan, yaitu:

Pertama, pihak keluarga menyatakan pengakuan bahwa proses "peletakan batu pertama" dalam rangka Pembangunan Musolla tidak disosialisasikan kepada masyarakat dan tokoh masyarakat, sehingga melahirkan keresahan dan kegelisahan bagi masyarakat di Kelurahan Buntu Burake secara khusus. 

Kedua, keluarga dan masyarakat sepakat untuk tidak melanjutkan proses pembangunan Musolla, sampai ada keputusan yang berdasar pada prosedural undang-undang yang telah ditetapkan dan akan difasilitasi oleh pemerintah.

Ketiga, keluarga akan membongkar seluruh proses Pembangunan yang telah berjalan, sampai ada Keputusan antara masyarakat setempat, pemerintah, dan keluarga.

Keempat, masyarakat mempertanyakan urgensi kehadiran kepolisian khususnya Kapolres Tana Toraja, yang secara langsung meletakkan batu pertama, dan justru masyarakat sekitar sama sekali tidak dilibatkan.  

Kelima, Pemerintah (pihak keluharan) diminta untuk segera merespons situasi ini dengan cepat dalam rangka keharmonisan di tengah-tengah masyarakat.

Salah satu tokoh masyarakat setempat atas nama Andarias Parapak mengatakan bahwa masyarakat menolak  pembangunan tersebut karena lokasinya masuk dalam wilayah religi Kristen dan Katolik.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved