Selasa, 21 April 2026

Wabah PMK Serang Ribuan Sapi di Sinjai Sulsel, Peternak Harap Bantuan Pemerintah

Kondisi ini membuat para peternak panik dan khawatir ternaknya tidak selamat. Beberapa peternak menyebut, meski ada sapi yang pulih, bobot tubuhnya...

Tayang:
Penulis: Redaksi | Editor: Donny Yosua
zoom-inlihat foto Wabah PMK Serang Ribuan Sapi di Sinjai Sulsel, Peternak Harap Bantuan Pemerintah
Tribun Timur/Sambah
PENYEBARAN PMK – Ternak sapi warga di Kecamatan Sinjai Selatan, Senin (28/4/2025). Virus PMK masih menyebar dan terus menjangkiti ternak warga. 

TRIBUNTORAJA.COM, SINJAI - Wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) kembali merebak di Kabupaten Sinjai, Sulawesi Selatan, khususnya di sejumlah desa di Kecamatan Sinjai Selatan. Ribuan sapi milik warga dilaporkan terpapar virus ini, Senin (28/4/2025).

Informasi yang dihimpun menyebutkan, jumlah ternak yang terinfeksi terus bertambah. Sebagian sapi dilaporkan berhasil sembuh, meski ada pula yang masih terjangkit dan bahkan mati.

"Sampai saat ini ternak sapi warga terus berjatuhan sakit terkena virus PMK," kata Hasan, salah satu peternak di Kecamatan Sinjai Selatan.

 

 

Kondisi ini membuat para peternak panik dan khawatir ternaknya tidak selamat.

Beberapa peternak menyebut, meski ada sapi yang pulih, bobot tubuhnya menurun drastis sehingga mempengaruhi harga jual.

Sebagian warga mencoba meracik ramuan tradisional sendiri untuk pengobatan ternak mereka, sementara sebagian lain membiayai pengobatan secara mandiri atau menerima bantuan dari petugas kesehatan hewan Dinas Peternakan Sinjai.

 

Baca juga: Kasus PMK Tinggi di Sulsel, Kepala Balai Besar Veteriner Maros Pantau Pasar Hewan Bolu Toraja Utara

 

Saat ini, tercatat ribuan sapi telah terpapar PMK di Sinjai, dengan penyebaran yang cepat hampir menjangkau seluruh desa di Kecamatan Sinjai Selatan.

Wabah ini dilaporkan telah berlangsung sejak sebelum Ramadan 2025 dan masih terjadi hingga kini.

Peternak berharap pemerintah segera turun tangan lebih serius untuk mengatasi wabah ini dan menanggulangi kerugian yang dialami para peternak.

 

Baca juga: Peternak di Sinjai Jual Sapi dengan Harga Murah, Panik Penyebaran PMK Makin Luas

 

Sebelumnya, Kementerian Pertanian (Kementan) juga telah memberikan penjelasan mengenai situasi PMK di Sinjai.

Sebanyak 2.201 ekor sapi dilaporkan terjangkit PMK berdasarkan data akumulasi dari Januari hingga Maret 2025.

 

Baca juga: Sulsel Masuk Zona Merah PMK, Ternak di Gowa dan Takalar Paling Terdampak

 

“Berdasarkan data resmi angka tersebut merupakan akumulasi total kasus dari Januari hingga Maret 2025. Dengan demikian, tidak tepat jika seluruh kasus tersebut dikaitkan dengan periode menjelang Idulfitri sebagaimana yang diberitakan,” ujar Sekretaris Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementan, Tri Melasari, melalui Ketua Tim Kerja Humas Kementan, Roy.

Dengan intervensi petugas kesehatan hewan, sebanyak 1.089 ekor sapi kini dinyatakan sembuh.

Tren kasus juga dilaporkan mengalami penurunan sejak minggu ketiga Maret 2025, dengan rata-rata kasus harian tercatat di bawah 10 ekor.

(*)

Sumber: Tribun Timur
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved