Kamis, 9 April 2026

Jangan Lewatkan Bulan Tersenyum Manis di Jumat Subuh

Venus dan Saturnus akan tampak seperti mata, sementara bulan sabit melengkapi keindahannya layaknya bentangan senyuman

Tayang:
Editor: Imam Wahyudi
zoom-inlihat foto Jangan Lewatkan Bulan Tersenyum Manis di Jumat Subuh
ist
Fenomena Smiley Face Moon diperkirakan akan terjadi pada Jumat, 25 April 2025.  

TRIBUNTORAJA.COM - Fenomena bulan tersenyum atau yang dikenal smiley face moon diperkirakan akan terjadi pada Jumat, 25 April 2025. 

Smiley face moon adalah fenomena langka karena ada tiga objek langit yang letaknya berdekatan atau sejajar, yaitu Venus, Saturnus dan bulan sabit

Bertemunya tiga benda langit ini akan menyerupai wajah tersenyum. 

Venus dan Saturnus akan tampak seperti mata, sementara bulan sabit melengkapi keindahannya layaknya bentangan senyuman manis. 

Prakirawan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Wilayah IV Makassar, Rekun Matandung menyampaikan, fenomena smiley face adalah fenomena yang normal terjadi.

Tak ada efek atau dampak yang akan dirasakan di bumi saat berlangsungnya fenomena astronomi ini, namun untuk keindahan tentu orang-orang akan terpukau saat menyaksikan langsung. 

"Paling kita melihat bulan dalam bentuk smiley, tapi untuk hubungannya dengan cuaca saya kira tidak ada dampak signifikan," ucapnya, Rabu (23/4/25). 

Secara umum kondisi Kota Makassar usai fenomena smiley face moon tersebut diperkirakan akan cerah berawan.

Akan tetapi ini bukan dampak dari fenomena tersebut. 

Atraksi smiley face moon ini diperkirakan berlansung menjelang fajar atau sebelum matahari terbit. 

Fenomena ini biasanya berlangsung satu hingga dua jam. 

Fenomena astronomi ini juga disebut sebagai konjungsi rangkap tiga (triple conjunction). 

Dilansir dari Kompas.com, dalam astronomi, konjungsi terjadi saat dua atau lebih objek langit tampak sangat dekat satu sama lain di langit malam. 

Saat tiga objek sejajar, terjadilah konjungsi rangkap tiga (triple conjunction).

"Venus berada lebih tinggi di atas cakrawala timur dengan Saturnus lebih rendah, dan bulan sabit tipis sedikit lebih rendah dan sedikit lebih jauh ke utara," kata Duta Besar Tata Surya NASA, Brenda Culbertson dikutip dari Live Science, Sabtu (19/4).

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved