Senin, 13 April 2026

Jemaat Gereja Katolik Rantelemo Tana Toraja Gelar Ibadah Kamis Putih

Nampak terlihat satu tenda yang berdiri di depan Gereja Katolik Rantelemo dipadati jemaat. 

Tayang:
Penulis: Rosmianti Mawalle | Editor: Imam Wahyudi
zoom-inlihat foto Jemaat Gereja Katolik Rantelemo Tana Toraja Gelar Ibadah Kamis Putih
rosmianti/tribun toraja
KAMIS PUTIH - Gereja Katolik Rantelemo gelar Kamis Putih, Kamis (17/4/2025), Puluhan Warga Jemaat Gereja Katolik Rantelemo Dalam Ibadah Kamis Putih 2025. 

TRIBUNTORAJA.COM, MAKALE - Jemaat Gereja Toraja Rantelemo berbaju putih mengikuti Ibadah Kamis Putih, Kamis (17/4/2025).

Pantau Tribun Toraja, Kamis (17/4/2025) malam, jemaat sangat antusias mengikuti ibadah Kamis Putih. 

Nampak terlihat satu tenda yang berdiri di depan Gereja Katolik Rantelemo dipadati jemaat. 

Kamis Putih merupakan Kamis sebelum Paskah.

Pada Hari Raya ini, umat Katolik memperingati Perjamuan Malam terakhir yang dipimpin oleh Yesus.

Hari ini adalah salah satu hari terpenting dalam kalender Gereja.

Pastor juga mencuci kaki umat sebagai peringatan Yesus yang mencuci kaki para muridnya dalam perjamuan terakhir, pelayanan Yesus di dunia sebelum kematiannya.

Perayaan Paskah terkhusus Kamis Putih terjadi setahun sekali untuk agama Katolik.

Perayaan Kamis Putih memiliki makna tersendiri dalam Paskah agama Katolik.

Makna Kamis Putih bagi umat Kristiani yakni untuk memperingati perjamuan terakhir Yesus bersama murid-murid-Nya sebelum Ia diserahkan untuk disalibkan.

Bacaan Injil Yohanes 13:1-15

"Ia mengasihi mereka sampai saat terakhir."

Sebelum Hari Raya Paskah mulai, Yesus sudah tahu bahwa saatnya sudah tiba untuk beralih dari dunia ini kepada Bapa. Sebagaimana Ia senantiasa mengasihi murid-murid-Nya, demikianlah sekarang Ia mengasihi mereka sampai saat terakhir.

Ketika mereka sedang makan bersama, Iblis membisikkan dalam hati Yudas Iskariot, anak Simon, rencana untuk mengkhianati Yesus. Yesus tahu, bahwa Bapa telah menyerahkan segala sesuatu kepada-Nya dan bahwa Ia datang dari Allah dan akan kembali kepada Allah. Maka bangunlah Yesus dan menanggalkan jubah-Nya.

Ia mengambil sehelai kain lenan dan mengikatkannya pada pinggang-Nya. Kemudian Ia menuangkan air ke dalam sebuah basi, dan mulai membasuh kaki murid-murid-Nya, lalu menyekanya dengan kain yang terikat pada pinggang-Nya itu.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved