Senin, 13 April 2026

Ibadah Kamis Putih di Gereja Toraja Jemaat Elim Rantepao Berjalan Khidmat 

Di Gereja Toraja Jemaat Elim Rantepao, Kota Rantepao, Toraja Utara, Sulsel, Ibadah Kamis Putih

Tayang:
Penulis: Freedy Samuel Tuerah | Editor: Imam Wahyudi
zoom-inlihat foto Ibadah Kamis Putih di Gereja Toraja Jemaat Elim Rantepao Berjalan Khidmat 
freedy/tribun toraja
KAMIS PUTIH - Ibadah Kamis Putih di Gereja Toraja Jemaat Elim Rantepao, Kota Rantepao, Toraja Utara, Sulsel, berjalan dengan Khidmat, , Kamis (17/4/2025) malam. 

TRIBUNTORAJA.COM, RANTEPAO - Umat Nasrani di seluruh dunia merayakan Ibadah Kamis Putih, Kamis (17/4/2025) malam.

Kamis Putih adalah Hari Raya Pekan Suci umat Kristen dengan tradisi memperingati Perjamuan Malam terakhir yang dipimpin oleh Yesus.

Di Gereja Toraja Jemaat Elim Rantepao, Kota Rantepao, Toraja Utara, Sulsel, Ibadah Kamis Putih berjalan dengan Khidmat. 

Puluhan jemaat memakai pakaian serba putih, dalam tradisi Gerejawi simbol warna putih melambangkan kesucian, kekudusan dan penyerahan diri kepada Tuhan.

Dalam khotbahnya, Pdt Gereja Toraja Jemaat Elim Rantepao, David Tiranda, mengatakan bahwa momentum pengingat Kamis Putih sebagai perenungan kembali makna penyerahan diri umat Nasrani.

"Jadi ibadah ini juga sebagai pengingat momentum penyerahan diri kita sebagai manusia kepada Tuhan, bahkan belajar dari para murid Kristus, bahwa ketaatan sepenuhnya kepada Pencipta itu mutlak," ucapnya.

Pdt David Tiranda, juga menambahkan sebagai seorang manusia terkadang sisi kedagingan manusia terlalu banyak mengambil keputusan dalam segi kehidupan.

"Selama kita manusia pasti masih diliputi salah dan dosa, maka dari itu sebentar akan dilakukan pembasuhan kaki kepada jemaat, itu bukan hanya kegiatan mengulang apa yang Yesus lakukan kepada murid - Nya, namun juga sebagai makna kita umat manusia jika bertobat sungguh - sungguh maka Tuhan tentu akan memgampuni kesalahan dan dosa kita, jangan bilang bahwa kami para pendeta dan penatua jemaat sempurna, tapi kita tetap belajar seperti Yesus," tuturnya.

Setelah Khotbah selesai, dilanjutkan pembacaan doa syafaat.

Setelah itu dan dilanjutkan pembasuhan kaki oleh para penatua (majelis) gereja kepada para jemaat.(*)

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved