Tana Toraja Bakal Bangun Sekolah Rakyat, Targetkan Pendidikan Gratis bagi Anak Kurang Mampu
Sekolah Rakyat merupakan program pendidikan gratis bagi anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem, yang digagas oleh Presiden Prabowo...
Penulis: Redaksi | Editor: Donny Yosua
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/toraja/foto/bank/originals/pelantikan-tppkk-dekranasda-tana-toraja-2132025.jpg)
TRIBUNTORAJA.COM, MAKALE – Bupati Tana Toraja, Zadrak Tombeg, memperkenalkan program Sekolah Rakyat dalam acara pengukuhan dan pelantikan pengurus Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK), Tim Pembinaan Pos Pelayanan Terpadu (TP Posyandu), Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda), Bunda Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), Bunda Literasi, serta Bunda Forum Anak, yang berlangsung di Gedung Tammuan Mali’, Makale, Jumat (21/3/2025) pagi.
Menurut Bupati Zadrak, Tana Toraja siap menyambut program Sekolah Rakyat sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas pendidikan bagi anak-anak kurang mampu.
"Kami sudah bersurat ke pemerintah pusat, dan Tana Toraja siap. Nanti kita pikirkan bagaimana mempersiapkannya," ujarnya.
Target dan Persiapan Pembangunan Sekolah Rakyat
Pemerintah Kabupaten Tana Toraja telah memiliki target pembangunan Sekolah Rakyat, namun Zadrak membuka peluang bagi kecamatan yang ingin mengusulkan lokasi pembangunan.
"Jika ada kecamatan yang mengusulkan, itu akan lebih baik. Kami tunggu usulan paling lambat minggu depan," katanya.
Untuk pembangunan Sekolah Rakyat, dibutuhkan lahan minimal 5 hektare, yang bisa berupa tanah bersertifikat atau hibah.
Baca juga: Pelantikan Pengurus TP PKK hingga Dekranasda Tana Toraja, Erni Yetti: Segera Bentuk Tim di Kecamatan
"Kalau belum ada sertifikat tanah, bisa dalam bentuk hibah," jelasnya.
Jenis sekolah yang akan dibangun juga disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat setempat.
"Jika kita ingin SD, bisa. Jika SMP atau SMA, juga bisa. Semua tergantung pada permintaan," lanjutnya.
Baca juga: Pemkab Tana Toraja Siapkan Posko Kesehatan untuk Pemudik Lebaran Idul Fitri 2025
| Parang Toraja Buatan Markus So Langi Bernilai Seni, Harganya Rp8 Juta |
|
|---|
| Minim Serapan Lokal, 1.116 Pencari Kerja Tana Toraja Pilih Merantau |
|
|---|
| Efisiensi Anggaran, Dishub Tana Toraja Kurangi Pergerakan |
|
|---|
| Lewat Stakeholder’s Day 2026, KPPN Makale Dorong Transaksi Non-Tunai |
|
|---|
| Permudah Akses Penyandang Disabilitas, Disnaker Tana Toraja Pindah Kantor |
|
|---|