Sabtu, 30 Mei 2026

Fokus ke Proyek Hilirisasi Nikel, Prabowo, SBY dan Jokowi Luncurkan Danantara

Untuk menjalankan Danantara, Rosan juga akan terus melakukan evaluasi secara menyeluruh, serta melakukan berbagai langkah penyempurnaan. 

Tayang:
Editor: Imam Wahyudi
zoom-inlihat foto Fokus ke Proyek Hilirisasi Nikel, Prabowo, SBY dan Jokowi Luncurkan Danantara
kompas.com
PELUNCURAN DANANTARA - Presiden Prabowo Subianto didampingi Presiden ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono dan Presiden ke-7 Jokowi, meluncurkan Badan Pengelola Investasi (BPI) Daya Anagata Nusantara (Danantara) di Istana Merdeka, Senin (24/2/25). Danantara fokus ke proyek hilirisasi. 

Sementara itu Rosan mengungkapkan seluruh Badan Usaha Milik Negara (BUMN) nantinya akan masuk ke dalam Danantara.

“Ya kan memang nanti yang masuk ke Danantara itu kan keseluruhan, bukan hanya 7 BUMN,” kata Rosan di Istana Negara, Jakarta Pusat, pada Senin (24/2/25). 

Ia memastikan akan meningkatkan dan konsolidasi terhadap BUMN agar semua aset yang ada bisa menciptakan nilai ekonomi.

Ia mengungkapkan Prabowo juga berpesan agar kehadiran Danantara juga bisa menciptakan lapangan kerja.

“Ini supaya create the value kita juga tadi salah satu pesannya agar menjadi global champion. Tidak hanya di tingkat regional, tapi di tingkat dunia,” ujarnya.

Untuk menjalankan Danantara, Rosan juga akan terus melakukan evaluasi secara menyeluruh, serta melakukan berbagai langkah penyempurnaan. 

“Sehingga harapannya semua ini bisa berjalan dengan good governance, transparansi, dan juga menganut aset-aset yang baik yang benar dalam kita menjalankan perusahaan ini,” ungkap Rosan.

Perihal seluruh BUMN untuk masuk Danantara, COO Danantara Dony Oskaria menjelaskan konsolidasi harus dilakukan sebelum Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS).

“Bulan Maret ini, akhir Maret ini (RUPS-nya),” tutur Dony.

Sementata itu mengenai nasib Kementerian BUMN seiring diresmikannya Danantara, Rosan mengatakan dirinya bersama Dony Oskaria dan Pandu Sjahrir akan berkolaborasi erat dengan Kementerian BUMN.

"Perannya dengan BUMN, kita sebetulnya sangat erat dalam hal ini karena memang 99 persen kepemilikan ada di Danantara, tapi 1 persen kepemilikan saham seri A atau saham merah putih itu ada di Kementerian BUMN," jelasnya.

Rosan menjelaskan, perencanaan terkait Danantara bersama Kementerian BUMN akan dilakukan secara jangka pendek, menengah, dan panjang.

Dengan demikian, Rosan memastikan kolaborasi antara kedua entitas tetap berjalan untuk menjamin pengelolaan aset dan dividen BUMN berjalan dengan optimal.

"Perjalanan dari Danantara yang baru kita mulai ini akan menjadi lebih baik dan lebih meningkat, karena Kementerian BUMN selama ini yang memang meng-handle BUMN, jadi mereka pasti sudah mengetahui lebih banyak mengenai BUMN," katanya.

"Jadi kita akan berkolaborasi bersama terutama dalam hal peningkatan optimalisasi dari BUMN dan BUMN itu sendiri," tandas Rosan.(tribun network/fik/igm/dod)

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved