24 Calon Kepala Daerah Tidak Ikut Tes Kesehatan sebelum Pelantikan
Sejumlah calon kepala daerah yang absen sudah menyampaikan izin. Alasannya, ada agenda mendesak. Meski begitu ada pula
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/toraja/foto/bank/originals/dr-zadrak-tombeg-jalan-kaki-ke-bandara-terjebak-banjir-maros-1222025.jpg)
TRIBUNTORAJA.COM - Sebanyak 24 calon kepala daerah tidak menghadiri pemeriksaan kesehatan di Kantor Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Jakarta pada Minggu (16/2).
Sebagaimana diketahui, 503 calon kepala daerah yang bakal dilantik pada 20 Februari 2025 untuk kemudian mengikuti retreat atau pembekalan di Magelang, Jawa Tengah harus memenuhi beberapa persyaratan, salah satunya pemeriksaan kesehatan.
Tes kesehatan bakal berlangsung pada hari ini dan Senin (17/2) . Mendagri telah mengundang 239 calon kepala daerah untuk sesi pertama.
"239 daerah yang diundang itu, 24 baik kepala daerah maupun wakil kepala daerah itu tidak hadir," kata Wamendagri Bima Arya Sugiarto di kantornya.
Sejumlah calon kepala daerah yang absen sudah menyampaikan izin. Alasannya, ada agenda mendesak. Meski begitu ada pula yang tidak memberikan alasan.
"Tapi ada beberapa juga yang belum diketahui alasannya," tutur Bima Arya.
Tes kesehatan bagi 24 orang ini bakal diproses pada hari berikutnya. Bima Arya juga menjelaskan kenapa seluruh kepala daerah itu diperiksa di Jakarta ketimbang di daerahnya masing-masing.
Hal ini supaya pemerintah pusat dapat memiliki data terbaru secara langsung.
"Ya, kan supaya kita memiliki data yang update, langsung," jelasnya.
Sejauh ini, para calon kepala daerah yang sudah melakukan tes kesehatan tidak ditemui adanya catatan khusus. Meski beberapa dari mereka ada yang hasilnya menampilkan parameter yang kurang baik.
"Kami pantau tadi dari cek kesehatan, tes darah, tensi, dan lain-lain keseluruhan umumnya baik, ya kalaupun tensi agak-agak naik sedikit itu biasa karena lelah, kurang tidur, dan lain-lain tetapi tidak ada catatan khusus," ujarnya.
Bima Arya Sugiarto juga membeberkan apa saja materi pembekalan yang bakal diterima oleh calon kepala daerah saat retreat di Magelang, Jawa Tengah.
Terdapat beberapa poin yang ia sampaikan, salah satunya adalah soal makan bergizi.
"Jadi yang pertama adalah tugas pokok, harus paham. Nah,yang kedua adalah pemahaman tentang astacita, ini penting. Makan bergizi, ketahanan pangan, pendidikan kesehatan, ini penting," ujar Bima Arya.
Kemudian, yang dirasa tak kalah penting adalah agar terjalinnya ikatan emosi yang kuat antar-calon kepala daerah supaya nantinya mempermudah koordinasi saat sudah memimpin daerah masing-masing.
| Hingga 19 April, Ketua DPRD Toraja Utara Absen Masuk Kantor |
|
|---|
| 86 Kepala Daerah Ikut Retret Gelombang 2 di IPDN Jatinangor, Satu Peserta Absen |
|
|---|
| Anggota Bawaslu Tana Toraja Mengaku Salah |
|
|---|
| Pidato di DPRD Tana Toraja, Zadrak Bagikan Pengalamannya Ikut Retret di Akmil Magelang |
|
|---|
| Anggota Kabinet Prabowo-Gibran Sebut Megawati Pendendam |
|
|---|