Senin, 18 Mei 2026

Ma' Tambak, Teknik Tradisional Petani Toraja Merontokkan Padi

Meskipun alat panen modern sudah tersedia, teknik ma tambak masih menjadi pilihan bagi banyak petani di Toraja.

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Rosmianti Mawalle | Editor: Donny Yosua
zoom-inlihat foto Ma' Tambak, Teknik Tradisional Petani Toraja Merontokkan Padi
Tribun Toraja/Rosmianti Mawalle
PARE TAMBAK - Nek Uta (70) sedang "ma' tambak" padi di sawah miliknya di Siguntu, Makale, Tana Toraja, Kamis (13/2/2025) sore. Tradisi ma' tambak, cara nek Uta merontokkan padi dari batangnya. 

TRIBUNTORAJA.COM, MAKALE – Meski teknologi pertanian semakin maju, sebagian besar petani di Tana Toraja masih mempertahankan metode panen tradisional.

Salah satu teknik yang masih digunakan adalah ma tambak, yaitu proses merontokkan bulir padi dari batangnya menggunakan alat sederhana bernama pa' tambakan.

Salah satu petani yang masih menerapkan metode ini adalah Ne Uta (70), warga Siguntu, Makale.

 

 

Baginya, teknik ma tambak adalah cara yang paling mudah dan efektif untuk memanen padi.

"Ma tambak ini cara yang mudah bagi saya. Dalam sehari, saya bisa mendapatkan dua karung besar padi," ujar Ne Uta saat ditemui Tribun Toraja, Kamis (13/2/2025).

 

Baca juga: Es Teler Cuba Khas Mataram Favorit Warga Makale Tana Toraja

 

Proses Ma Tambak Padi

Sebelum proses ma tambak dimulai, batang padi terlebih dahulu dibabat menggunakan sabit.

Setelah itu, bulir padi dipisahkan dari tangkainya dengan cara dipukulkan ke papan kayu yang disebut pa' tambakan.

Teknik ini dilakukan secara manual, di mana batang padi dibanting keras ke papan kayu agar bulir-bulirnya rontok sempurna.

 

Baca juga: Eksekusi Lahan di AP Pettarani Makassar Dikawal 1.000 Personel Polisi

 

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved