Ma' Tambak, Teknik Tradisional Petani Toraja Merontokkan Padi
Meskipun alat panen modern sudah tersedia, teknik ma tambak masih menjadi pilihan bagi banyak petani di Toraja.
Penulis: Rosmianti Mawalle | Editor: Donny Yosua
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/toraja/foto/bank/originals/ma-tambak-pare-padi-beras-makale-utara-tana-toraja-1322025.jpg)
TRIBUNTORAJA.COM, MAKALE – Meski teknologi pertanian semakin maju, sebagian besar petani di Tana Toraja masih mempertahankan metode panen tradisional.
Salah satu teknik yang masih digunakan adalah ma tambak, yaitu proses merontokkan bulir padi dari batangnya menggunakan alat sederhana bernama pa' tambakan.
Salah satu petani yang masih menerapkan metode ini adalah Ne Uta (70), warga Siguntu, Makale.
Baginya, teknik ma tambak adalah cara yang paling mudah dan efektif untuk memanen padi.
"Ma tambak ini cara yang mudah bagi saya. Dalam sehari, saya bisa mendapatkan dua karung besar padi," ujar Ne Uta saat ditemui Tribun Toraja, Kamis (13/2/2025).
Baca juga: Es Teler Cuba Khas Mataram Favorit Warga Makale Tana Toraja
Proses Ma Tambak Padi
Sebelum proses ma tambak dimulai, batang padi terlebih dahulu dibabat menggunakan sabit.
Setelah itu, bulir padi dipisahkan dari tangkainya dengan cara dipukulkan ke papan kayu yang disebut pa' tambakan.
Teknik ini dilakukan secara manual, di mana batang padi dibanting keras ke papan kayu agar bulir-bulirnya rontok sempurna.
Baca juga: Eksekusi Lahan di AP Pettarani Makassar Dikawal 1.000 Personel Polisi
| Parang Toraja Buatan Markus So Langi Bernilai Seni, Harganya Rp8 Juta |
|
|---|
| Minim Serapan Lokal, 1.116 Pencari Kerja Tana Toraja Pilih Merantau |
|
|---|
| Efisiensi Anggaran, Dishub Tana Toraja Kurangi Pergerakan |
|
|---|
| Lewat Stakeholder’s Day 2026, KPPN Makale Dorong Transaksi Non-Tunai |
|
|---|
| Permudah Akses Penyandang Disabilitas, Disnaker Tana Toraja Pindah Kantor |
|
|---|