Selasa, 19 Mei 2026

Abraham Samad Minta KPK Periksa Jokowi Setelah Jadi Finalis Pemimpin Dunia Terkorup

Menurut Abraham Samad, KPK harus menanggapi permintaan tersebut dengan segera.

Tayang:
Editor: Imam Wahyudi
zoom-inlihat foto Abraham Samad Minta KPK Periksa Jokowi Setelah Jadi Finalis Pemimpin Dunia Terkorup
Kompas.com
Abraham Samad 

TRIBUNTORAJA.COM - Presiden ke-7 RI, Jokowi, menjadi finalis pemimpin dunia terkorup versi Organized Crime and Corruption Reporting Project (OCCRP). 

Rilis OCCRP ini memunculkan desakan dari berbagai pihak terhadap KPK untuk segera memeriksa Jokowi dan keluarganya.

Desakan juga datang dari mantan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) asal Makassar, Abraham Samad

Menurut Abraham Samad, KPK harus menanggapi permintaan tersebut dengan segera.

Sebab jika tidak, maka anggapan publik soal pimpinan KPK yang dipimpin Setyo Budiyanto adalah orang-orang Jokowi memang benar adanya.

"Harusnya KPK merespons dengan cepat, karena kalau KPK berdiam diri tidak bertindak, maka bisa masyarakat menganggap komisioner KPK yang baru ini memang orangnya Jokowi seperti dugaan yang selama ini beredar," kata Abraham Samad, Rabu (1/1/2025).

Dalam rilis OCCRP, selain Jokowi, finalis pemimpin dunia terkorup lainnya adalah Presiden Kenya William Ruto, Presiden Nigeria Bola Ahmed Tinubu, mantan Perdana Menteri Bangladesh Sheikh Hasina, dan pengusaha India Gautam Adani. 

Daftar finalis ini ada setelah OCCRP meminta nominasi dari para pembaca, jurnalis, juri, dan pihak lain dalam jaringan global organisasi ini. 

OCCRP yang berpusat di Amsterdam, Belanda, telah mengumpulkan nominasi melalui Google Form sejak Jumat, 22 November 2024.

Dari nominasi tersebut, mantan Presiden Suriah Bashar Al Assad mendapat titel sebagai Person of the Year 2024 untuk kategori kejahatan organisasi dan korupsi.

Jokowi pun sudah angkat bicara mengenai namanya yang masuk nominasi pemimpin terkorup versi OCCRP.

Jokowi meminta untuk membuktikan bahwa dirinya benar-benar melakukan tindak pidana korupsi.

"Yang dikorupsi apa. Ya dibuktikan, apa," kata Jokowi sambil tertawa saat ditemui di rumahnya di Kecamatan Banjarsari, Kota Solo, Jawa Tengah (Jateng), pada Selasa (31/2/2024).

Kendati demikian, dia mengungkapkan banyak sekali framing yang merugikan dirinya tanpa bukti yang jelas.

"Ya apa, apalagi? Sekarang kan banyak sekali fitnah, banyak sekali framing jahat. Banyak sekali tuduhan-tuduhan tanpa ada bukti. Itu yang terjadi sekarang kan," kata Jokowi.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved