Rabu, 20 Mei 2026

PDIP Merasa Diteror Aparat Penegak Hukum dan KPK

Sebelumnya, KPK telah menetapkan Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto sebagai tersangka dalam kasus dugaan suap terkait pergantian antarwaktu anggota DPR...

Tayang:
Penulis: Redaksi | Editor: Donny Yosua
zoom-inlihat foto PDIP Merasa Diteror Aparat Penegak Hukum dan KPK
warta kota/alfian
Ketua DPP PDIP Bidang Reformasi Sistem Hukum Nasional, Ronny Talapessy. 

TRIBUNTORAJA.COM, JAKARTA – Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) menyatakan merasa mendapat tekanan dan intimidasi dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) serta aparat penegak hukum lainnya.

Pernyataan tersebut disampaikan oleh Ketua DPP PDIP, Ronny Talapessy, dalam keterangan tertulis yang diterima Kompas TV pada Kamis (26/12/2024).

"Rangkaian pemanggilan yang dilakukan KPK dan aparat penegak hukum terhadap Sekjen partai kami terasa seperti bentuk teror," ujar Ronny.

 

 

Ronny mengungkapkan bahwa proses pemanggilan dan pengabaian berulang kali terhadap Hasto Kristiyanto menambah kesan intimidasi.

"Dipanggil, lalu dibiarkan, kemudian dipanggil lagi, dan dibiarkan. Siklus ini terus berlangsung," tambahnya.

Lebih lanjut, Ronny menilai bahwa tindakan KPK seperti penggeledahan dan kebocoran Surat Perintah Dimulainya Penyidikan (SPDP) semakin memperkuat dugaan adanya operasi politik terhadap partainya.

 

Baca juga: Hasto Kristiyanto Jadi Tersangka di Kasus Harun Masiku, Kuasa Hukum: Seperti Dipaksakan

 

"Agenda penggeledahan dan kebocoran SPDP yang viral sebelum pengumuman resmi KPK memperlihatkan pola yang menyerupai operasi politik, dan ini mengganggu jalannya partai kami," tegas Ronny.

Ia menegaskan bahwa situasi ini memengaruhi seluruh kader PDIP, bukan hanya Ketua Umum.

"Bukan hanya Ketua Umum, seluruh kader PDIP merasa terganggu saat partai kami mendapat tekanan seperti ini," ucapnya.

 

Baca juga: Jadi Tersangka Kasus Harun Masiku, Hasto Kristiyanto Pertimbangkan Praperadilan

 

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved