Uang Palsu UIN Alauddin
Begini Cara Andi Ibrahim Bawa Mesin Cetak Uang Palsu Masuk Kampus UIN Alauddin Makassar
Sebelumnya, Kapolres Gowa, AKBP Reonald Simanjuntak, mengungkapkan bahwa mesin cetak tersebut dibawa masuk ke kampus pada malam hari demi...
Penulis: Redaksi | Editor: Donny Yosua
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/Penyidik-Polres-Gowa-memperlihatkan-mesin-34543.jpg)
TRIBUNTORAJA.COM, MAKASSAR – Andi Ibrahim, tersangka utama dalam kasus peredaran uang palsu di Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar, diduga menggunakan tipu muslihat untuk membawa masuk mesin cetak uang palsu ke dalam kampus.
Andi Ibrahim, yang menjabat sebagai Kepala Perpustakaan UIN Alauddin, diketahui berperan aktif dalam mengedarkan dan melakukan transaksi jual beli uang palsu.
Ia bahkan bertindak langsung memasukkan mesin cetak tersebut ke Kampus II UIN Alauddin di Gowa, Sulawesi Selatan.
Menurut Kasat Reskrim Polres Gowa, AKP Bahtiar, mesin cetak berukuran besar itu diangkut menggunakan forklift oleh Andi Ibrahim dan komplotannya.
Namun, untuk mengelabui petugas keamanan kampus, Andi mengaku mesin tersebut digunakan untuk mencetak buku yang akan disimpan di perpustakaan.
“Satpam sempat menanyakan perihal mesin itu, tapi Andi berdalih mesin tersebut untuk keperluan percetakan buku,” ujar Bahtiar, Senin (23/12/2024).
Baca juga: GMKI Imbau Warga Tana Toraja dan Toraja Utara Waspadai Peredaran Uang Palsu Jelang Nataru
Sebelumnya, Kapolres Gowa, AKBP Reonald Simanjuntak, mengungkapkan bahwa mesin cetak tersebut dibawa masuk ke kampus pada malam hari demi menghindari kecurigaan.
Rekonstruksi yang dilakukan pihak kepolisian mengungkapkan bagaimana mesin cetak seberat 2 ton itu bisa masuk ke dalam gedung perpustakaan.
Mesin tersebut dimasukkan menggunakan papan sebagai alas agar lebih mudah didorong.
Baca juga: Diduga Uang Palsu Masuk di Pundi Persembahan, Poltres Tana Toraja Amankan
"Ketika kami mencoba mengangkat mesin itu dengan 25 personel, ternyata tidak bisa terangkat. Tapi dengan papan, mesin tersebut bisa didorong masuk," jelas Reonald.
Proses pemindahan mesin tersebut bahkan menyebabkan lantai di beberapa titik retak.
Mesin kemudian ditempatkan di sebuah ruangan bekas toilet di perpustakaan dengan luas sekitar 2x4 meter.
Baca juga: Hampir Jadi Profesor, Kepala Perpustakaan UINAM Malah Masuk Penjara Gegara Uang Palsu
Ruangan tersebut telah dilengkapi peredam suara menggunakan lapisan gipsum dan gabus, sehingga suara dari dalam terdengar samar-samar.
Reonald juga menjelaskan bahwa ketika suara mesin terdengar oleh staf kampus, Andi Ibrahim kembali mengelabui mereka dengan alasan sedang mencetak buku.
“Para tersangka memanfaatkan kondisi perpustakaan yang sepi dan minim kecurigaan. Dalih percetakan buku membuat aktivitas mereka berjalan lancar tanpa gangguan,” tambahnya.
(*)
Artikel ini telah tayang di Tribun-Timur.com dengan judul "Kebohongan Andi Ibrahim Loloskan Mesin Cetak Uang Palsu Masuk Kampus UIN Alauddin, Satpam Terkecoh"
Pabrik Uang Palsu di UIN Alauddin
UIN Alauddin Makassar Pabrik Uang Palsu
uang palsu
UIN Alauddin Makassar
UIN Alauddin
Andi Ibrahim
Makassar
| Dilimpahkan ke Kejari Gowa, Annar Salahuddin Sampetoding: Jangan Sebut Saya Otak Uang Palsu |
|
|---|
| Donatur dan Otak Kasus Uang Palsu di UIN Alauddin, Annar Sampetoding Teranjam Penjara 15 Tahun |
|
|---|
| Uang Palsu Pabrikan UIN Alauddin Dibikin 19 Tahapan Agar Mirip Asli, BI Sebut Kualitas Rendah |
|
|---|
| Pernah Dibela Saat Berkasus, Kubu Ferdy Sambo Klaim Tak Kenal Annar Sampetoding |
|
|---|
| Jejak Usaha Annar Sampetoding Tersangka Sindikat Uang Palsu, Keluarga Pendiri PT Antam |
|
|---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.