Disebut Bukan Angkutan Publik dan Tak Dapat Subsidi BBM, Pengemudi Ojol Ancam Demo Besar-besaran
Menurut Bahlil, ojek online tergolong sebagai usaha pribadi, bukan angkutan umum, sehingga tidak layak mendapatkan subsidi BBM.
Penulis: Redaksi | Editor: Donny Yosua
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/demo-ojol-soal-tarif.jpg)
TRIBUNTORAJA.COM, JAKARTA — Asosiasi pengemudi ojek online (ojol), Garda Indonesia, melayangkan protes atas pernyataan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia yang menyebut bahwa ojol tidak masuk dalam kategori penerima subsidi Bahan Bakar Minyak (BBM).
Ketua Umum Garda Indonesia, Igun Wicaksono, menilai kebijakan tersebut tidak adil. Ia menegaskan bahwa ojek online memegang peranan penting sebagai moda transportasi masyarakat meski tidak berpelat kuning.
"Kalau ojol tidak diizinkan mengakses BBM bersubsidi, pasti akan terjadi gelombang aksi unjuk rasa besar-besaran di seluruh Indonesia," ujar Igun dalam keterangan tertulis, Jumat (29/11/2024).
Igun menjelaskan bahwa pihaknya telah berupaya selama enam tahun agar ojek online diakui sebagai angkutan umum dan hak-haknya dilindungi.
Namun, hingga kini perjuangan tersebut belum membuahkan hasil.
"Pernyataan yang menyebut ojol tidak berhak mendapatkan subsidi BBM karena bukan angkutan publik sangat mencederai perjuangan kami," tambahnya.
Baca juga: Abang Ojol di Makassar Bunuh Istrinya
Ia juga menyatakan bahwa rencana aksi unjuk rasa besar-besaran bertujuan untuk mendesak pemerintah lebih peduli terhadap nasib pengemudi ojek online yang selama ini turut mendukung ekonomi kerakyatan.
Sebelumnya, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mengungkapkan rencana pemerintah untuk mengubah skema subsidi BBM.
Subsidi akan diberikan hanya kepada kendaraan berpelat kuning, seperti angkutan umum, untuk menjaga biaya transportasi tetap stabil.
Baca juga: Pengemudi Ojol di Batam Meninggal Dunia akibat Ponsel Meledak, Sempat Jalani Perawatan di RS
| Komunitas Ojek Online Draiv Toraja Bagikan Telur Paskah ke Pengendara |
|
|---|
| BREAKING NEWS: Koalisi Mahasiswa Toraja Unjuk Rasa Tolak Ranperda RT/RW 2026–2045 |
|
|---|
| Kasus Bundir di Tana Toraja Tahun 2025 Naik 100 Persen, Unjuk Rasa Naik 220 Persen |
|
|---|
| Warga Toraja di Jakarta Bawakan Lagu Marendeng Marampa dalam Konser Pra Kompetisi Sing From Kobe |
|
|---|
| Dua Kali Mangkir, Polisi Jemput Paksa Lisa Mariana Terkait Kasus Video Asusila |
|
|---|