Kamis, 23 April 2026

Perang Rusia Ukraina

AS Setujui Penjualan Peralatan Militer Rp1,5 Triliun ke Ukraina

Di hari yang sama, Kementerian Pertahanan Rusia mengklaim telah mencegat enam rudal ATACMS yang diduga diluncurkan Ukraina di wilayah Bryansk.

Tayang:
Penulis: Redaksi | Editor: Donny Yosua
zoom-inlihat foto AS Setujui Penjualan Peralatan Militer Rp1,5 Triliun ke Ukraina
AFP
Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden (kiri) dan Presiden Ukraina, Volodymyr Zelensky dalam KTT NATO di Washington DC, Kamis (11/7/2024) lalu. 

TRIBUNTORAJA.COM – Pemerintah Amerika Serikat telah memberikan lampu hijau untuk menjual peralatan dan layanan militer senilai 100 juta dolar AS, setara dengan sekitar Rp1,5 triliun, kepada Ukraina.

Kebijakan ini bertujuan memperkuat pertahanan Ukraina di tengah konflik yang masih berlangsung dengan Rusia.  

Badan Kerjasama Keamanan Pertahanan AS (Defense Security Cooperation Agency/DSCA), dalam pernyataan resminya pada Selasa (19/11/2024), menjelaskan bahwa langkah tersebut sejalan dengan kepentingan keamanan nasional AS dan mendukung stabilitas politik serta pertumbuhan ekonomi di kawasan Eropa.  

 

 

"Penjualan ini akan mendukung kebijakan luar negeri AS dengan memperkuat keamanan mitra kami, yang memainkan peran penting dalam menjaga stabilitas politik dan kemajuan ekonomi di kawasan," demikian pernyataan DSCA, dikutip dari Anadolu.  

Paket bantuan tersebut mencakup layanan perbaikan kendaraan militer, pelatihan, bantuan teknis, logistik, serta publikasi untuk mendukung operasi pertahanan Ukraina.  

Keputusan ini muncul bersamaan dengan laporan bahwa pemerintahan Biden telah mengizinkan Ukraina menggunakan rudal jarak jauh buatan AS untuk menyerang wilayah Rusia.  

 

Baca juga: Ukraina Luncurkan Prangko Bergambar Presiden Prabowo Subianto

 

Di hari yang sama, Kementerian Pertahanan Rusia mengklaim telah mencegat enam rudal ATACMS yang diduga diluncurkan Ukraina di wilayah Bryansk.

Jika klaim tersebut benar, serangan ini akan menjadi penggunaan pertama rudal jarak jauh tersebut oleh Ukraina sejak konflik dimulai pada Februari 2022.  

Namun, Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky memilih untuk tidak memberikan komentar terkait dugaan penggunaan rudal tersebut.  

 

Baca juga: Pejabat Ukraina Sebut Banyak Tentara Korea Utara yang Tewas di Pertempuran Kursk Rusia

 

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved