Senin, 27 April 2026

Perang Rusia Ukraina

Rusia Klaim Tembak Jatuh 8 Rudal Buatan AS yang Ditembakkan Ukraina

Media pemerintah Rusia, TASS, melaporkan bahwa serangan drone Ukraina sempat menyebabkan gangguan operasional sementara di Bandara St. Petersburg.

Tayang:
Penulis: Redaksi | Editor: Donny Yosua
zoom-inlihat foto Rusia Klaim Tembak Jatuh 8 Rudal Buatan AS yang Ditembakkan Ukraina
TASS/AP
Foto yang dirilis Kementerian Pertahanan Rusia bertanggal 26 Oktober 2022 memperlihatkan rudal balistik antarbenua, Yars, diuji coba sebagai bagian dari latihan nuklir Rusia dari lokasi peluncuran di Plesetsk, Rusia bagian barat laut. 

TRIBUNTORAJA.COM, MOSKOW - Pemerintah Rusia mengklaim telah berhasil menembak jatuh delapan rudal balistik ATACMS buatan Amerika Serikat (AS) yang diluncurkan oleh Ukraina dalam serangan pada Sabtu (4/1/2025).

Serangan tersebut memicu respons keras dari Moskow, dengan Presiden Vladimir Putin mengancam akan melakukan pembalasan, termasuk kemungkinan penggunaan rudal terbaru Rusia yang berpotensi membawa hulu ledak nuklir, Oreshnik.

Rusia menilai penggunaan ATACMS, yang memiliki jangkauan hingga 300 kilometer, sebagai peningkatan eskalasi konflik yang signifikan.

 

 

Menurut laporan CNN International, Kementerian Pertahanan Rusia menyatakan sistem pertahanan udara mereka telah menembak jatuh delapan rudal ATACMS serta menghancurkan 72 drone yang diluncurkan oleh Ukraina.

"Kami memandang aksi rezim Kiev, yang mendapat dukungan dari Barat, sebagai langkah provokatif yang akan mendapat balasan setimpal," demikian pernyataan Kementerian Pertahanan Rusia.

Rusia juga melaporkan bahwa beberapa drone dihancurkan di wilayah Leningrad dan satu drone ditembak jatuh di Kursk.

 

Baca juga: Akan Dijadikan Senjata Perlawanan, PDIP Amankan Video Skandal Elit Politik Indonesia di Rusia

 

Persetujuan Presiden AS Joe Biden pada November 2024 untuk mengizinkan Ukraina menggunakan ATACMS dianggap sebagai respons terhadap peningkatan serangan Rusia, yang diduga melibatkan bantuan militer dari Korea Utara.

Putin kemudian memperingatkan bahwa Rusia akan merespons dengan meluncurkan rudal Oreshnik ke Kiev sebagai uji coba terhadap sistem pertahanan udara yang dipasok oleh Barat.

Pada November lalu, Rusia mengklaim telah menggunakan Oreshnik dalam serangan ke wilayah Dnipro pada pagi hari tanggal 21.

 

Baca juga: Update Terbaru Jatuhnya Pesawat Azerbaijan: Terdengar Dentuman Keras, Diduga Suara Rudal Rusia

 

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved