Sabtu, 11 April 2026

KPK Lembaga Penegak Hukum Paling Tidak Dipercaya

Populasi survei seluruh warga negara Indonesia yang punya hak pilih dalam pemilihan umum yakni mereka yang sudah berumur 17 tahun

Tayang:
Editor: Imam Wahyudi
zoom-inlihat foto KPK Lembaga Penegak Hukum Paling Tidak Dipercaya
Tribunnews
Gedung Komisi Pemberantasan Korups (KPK) 

TRIBUNTORAJA.COM - Indikator Politik Indonesia merilis hasil survei bertajuk Keyakinan dan Ekspektasi Publik Terhadap Pemerintahan Prabowo-Gibran, Minggu (27/10/2024).

Dalam pemaparan hasil surveinya, Direktur Eksekutif Indikator Politik Indonesia, Burhanuddin Muhtadi mengatakan bahwa Kejaksaan Agung (Kejagung) di bawah kepemimpinan Jaksa Agung ST Burhanuddin masih menjadi lembaga penegak hukum paling dipercaya publik. 

Kejagung berada di urutan ketiga setelah institusi presiden dan TNI.

 Kepercayaan publik terhadap Kejagung mencapai 75 persen, paling tinggi dibanding lembaga penegak hukum lainnya.

 "Kalau kita cek, TNI masih paling tinggi yang dipercaya (96 persen), disusul institusi presiden sekitar 86 % , kemudian Kejaksaan Agung 75 % ," ujar  

Di bawah Kejagung, ada pengadilan dengan tingkat kepercayaan publik sekitar 73 % ,

Polri 69 % , Mahkamah Konstitusi (MK) 68?n Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) 65 % .

Survei Indikator Politik Indonesia dilakukan pada periode 10-15 Oktober 2024.

Populasi survei seluruh warga negara Indonesia yang punya hak pilih dalam pemilihan umum yakni mereka yang sudah berumur 17 tahun atau lebih, atau sudah menikah ketika survei dilakukan.

Penarikan sampel menggunakan metode multistage random sampling dengan jumlah sampel 1.200 orang.

Dengan asumsi metode simple random sampling, ukuran sampel 1.200 responden memiliki toleransi kesalahan (margin of error--MoE) sekitar ±2.9 % pada tingkat kepercayaan 95 persen. 

Sampel berasal dari seluruh provinsi di Indonesia yang terdistribusi secara proporsional.

Responden terpilih diwawancarai lewat tatap muka oleh pewawancara yang telah dilatih. 

Quality control terhadap hasil wawancara dilakukan secara random sebesar 20?ri total sampel oleh supervisor dengan kembali mendatangi responden terpilih (spot check).

Dalam quality control tidak ditemukan kesalahan berarti.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved