Sabtu, 23 Mei 2026

Kesehatan

Kopi Hitam Bisa Jadi Alternatif untuk Turunkan Berat Badan

Meskipun Americano dapat mendukung proses penurunan berat badan, ada beberapa hal penting yang perlu diperhatikan.

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Redaksi | Editor: Donny Yosua
zoom-inlihat foto Kopi Hitam Bisa Jadi Alternatif untuk Turunkan Berat Badan
Freepik
Ilustrasi. 

TRIBUNTORAJA.COM – Americano, varian kopi hitam tanpa gula yang hanya terdiri dari espresso dan air, kini menarik perhatian sebagai pilihan minuman yang dapat membantu program penurunan berat badan.

Sebuah penelitian terbaru yang diterbitkan dalam The American Journal of Clinical Nutrition pada tahun 2023 mendukung klaim ini dengan data ilmiah.

Studi tersebut menunjukkan bahwa mengonsumsi satu cangkir kopi hitam tanpa gula setiap hari dapat menurunkan berat badan sekitar 0,12 kg dalam kurun waktu empat tahun.

 

Baca juga: Warkop di Maros, Bayar Rp200 Ribu Dapat Kopi Plus-plus Dalam Kamar

 

Sebaliknya, jika seseorang menambahkan satu sendok teh gula ke dalam kopinya setiap hari, hal itu justru bisa menambah berat badan sebanyak 0,09 kg dalam periode yang sama.

Kafein yang terkandung dalam Americano membantu merangsang sistem saraf untuk memberi sinyal kepada sel-sel lemak agar memecah lemak.

 

 

Hal ini terjadi melalui peningkatan hormon epinefrin (adrenalin) dalam darah, yang kemudian mempercepat pelepasan asam lemak dari jaringan lemak ke aliran darah.

Namun, untuk membakar lemak yang dilepaskan ini, diperlukan aktivitas fisik yang cukup.

Kafein juga terbukti dapat meningkatkan tingkat metabolisme saat istirahat (Resting Metabolic Rate/RMR) sebesar 3 hingga 11 persen. Semakin tinggi konsumsi kafein, semakin besar pengaruhnya terhadap metabolisme, yang terutama berasal dari peningkatan pembakaran lemak.

 

Baca juga: KopiBox! Tawarkan Citarasa Kopi Toraja Asli, Jadi Kafe Favorit Muda-Mudi Makale

 

Studi lebih lanjut menunjukkan bahwa kafein dapat meningkatkan pembakaran lemak hingga 29 persen pada individu dengan berat badan normal, meskipun efek ini lebih rendah pada mereka yang mengalami obesitas (sekitar 10 persen).

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved