Rabu, 8 April 2026

Pria di Pasangkayu Sulbar Kritis Diduga Ditembak, Proyektil Kena Leher dan Kepala

Pihak keluarga korban akan melapor kejadian penembakan oleh oknum polisi ke Propam Polda Sulawesi Barat.

Tayang: | Diperbarui:
Editor: Apriani Landa
zoom-inlihat foto Pria di Pasangkayu Sulbar Kritis Diduga Ditembak, Proyektil Kena Leher dan Kepala
Istock/sandsu
Ilustrasi 

TRIBUNTORAJA.COM, MAMUJU - Arman (30) masih terbaring lemas di RS Undata, Kota Palu, Sulawesi Tengah.

Perban menempel di lehernya. Diduga bekas luka tembak. Bahkan, proyektil peluru masih menempel di tubuhnya sehingga harus dioperasi untuk mengeluarkannya.

Kondisi warga Desa Marunggapa, Kecamatan Sarudu, Kabupaten Pasangkayu, Sulawesi Barat, dikabarkan masih kritis dan dalam penanganan medis. 

Ia menunggu jadwal operasi untuk mengeluarkan proyektil tersebut.

Penembakan itu terjadi di rumahnya sendiri, Jumat (4/10/2024) malam.

Keluarga korban, Amriyadi Amir, mengatakan bahwa korban mengalami luka tembak yang dilakukan oknum anggota polisi. 
 
Diceritakan Amriyadi, kejadian ini bermula saat korban Arman sedang dirundung adalh di-bully oleh sekelompok warga di dekat tempat tinggalnya, Kamis (3/10/2024).

Buntut dari perundungan itu, korban Arman berselisih dengan seorang warga inisial S. Bahkan, keduanya nyaris adu jotos.

Kemudian S lari bersembunyi ke dalam rumah yang disebut milik seorang oknum polisi yang memang berada dekat dengan tempat kejadian.

"Korban mengejar S dan sempat gedor-gedor pintu rumah oknum polisi untuk cari S itu," cerita Amriyadi kepada Tribun-Sulbar, Minggu (6/10/2024) malam. "Istri oknum ini kemungkinan menelepon suaminya."

07102024_Korban_Penembakan
Arman diduga korban penembakan di Pasangkayu, Sulbar, terbaring di rumah sakit. (HO Amriyadi Amir)

"Kemudian suaminya datang untuk mengamankan mereka.  Karena anak-anak yang membully korban ini berlari ke dalam rumah oknum tersebut," tambahnya

Menurut saksi mata, kata Amriyadi, oknum polisi ini membawa senjata dan balok. Saat itu, korban dan S sempat cekcok, namun tak sampai berlangsung lama karena perselisihan dilerai.

Kejadian penembakan ini diduga baru terjadi pada Jumat (4/10/2024) malam atau pada malam Sabtu, saat korban sedang berada sendiri di rumah.

Korban tiba-tiba berlari ke rumah kepala dusun minta perlindungan dengan kondisi sudah berlumuran darah.

"Karena korban dalam kondisi berlumuran darah, ia dibawa warga ke Puskesmas. Akibat kondisi korban yang cukup parah dan di Puskesmas tidak ada peralatan medis yang memadai, akhirnya korban dirujuk di RSUD Ako Kabupaten Pasangkayu," kaya Amriyadi. 

Korban baru diketahui ditembak, kata Amriyadi, ketika diperiksa di RS Ako dimana ditemukan bekas tembakan di leher dan kepala, dengan proyektil masih berada di tubuh korban tersebut. 

Sumber: Tribun sulbar
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved