Presiden Korea Selatan Ultimatum Korea Utara Soal Nuklir
Untuk menghadapi ancaman tersebut, Yoon berjanji akan memperkuat militer Korea Selatan serta memperdalam kerja sama dengan Amerika Serikat dan Jepang.
Penulis: Redaksi | Editor: Donny Yosua
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/pemimpin-korea-utara-kim-jong-un-a.jpg)
TRIBUNTORAJA.COM, SEOUL – Presiden Korea Selatan Yoon Suk Yeol memberikan peringatan keras kepada Korea Utara terkait ancaman penggunaan senjata nuklir.
Yoon menegaskan, jika Korea Utara tetap nekat menggunakan senjata nuklir, mereka akan menghadapi kehancuran rezimnya.
Pernyataan tegas ini disampaikan Yoon dalam pidatonya saat memperingati Hari Angkatan Bersenjata ke-76 yang diadakan pada Selasa (1/10/2024) di Pangkalan Udara Seoul, Seongnam.
"Militer kami akan memberikan respons langsung terhadap provokasi Korea Utara, berdasarkan kemampuan tempur yang kuat dan kesiapsiagaan yang solid. Jika Korea Utara mencoba menggunakan senjata nuklir, militer kita dan aliansi Korea Selatan-Amerika Serikat akan merespons dengan tegas. Itu akan menjadi akhir dari rezim Korea Utara," ujar Yoon, dikutip dari Yonhap.
Ultimatum ini muncul di tengah meningkatnya ancaman nuklir dari Korea Utara, yang bulan lalu secara terbuka memperlihatkan fasilitas pengayaan uraniumnya.
Yoon juga mengkritik keras rezim Kim Jong-un yang terus memprovokasi sambil mengabaikan kesejahteraan rakyat Korea Utara.
Baca juga: Nenek 80 Tahun Jadi Finalis Miss Universe Korea Selatan
Ia mengecam tindakan provokatif Korea Utara, termasuk peluncuran balon sampah, gangguan GPS, hingga klaim "dua negara bermusuhan" yang semakin memperburuk situasi di Semenanjung Korea.
Menurut Yoon, langkah-langkah Korea Utara ini menandakan bahwa mereka semakin menjauh dari kemungkinan reunifikasi.
"Mereka kini bahkan menutup pintu terhadap reunifikasi dan hidup dalam ilusi bahwa senjata nuklir dapat melindungi mereka. Namun, perdamaian semu yang didasarkan pada niat baik musuh hanyalah fatamorgana," tegas Yoon.
Baca juga: Warga Korea Utara Tewas Dipukuli Polisi karena Memungut Jagung yang Terjatuh
Untuk menghadapi ancaman tersebut, Yoon berjanji akan memperkuat militer Korea Selatan serta memperdalam kerja sama dengan Amerika Serikat dan Jepang.
"Sejarah menunjukkan bahwa cara terbaik untuk menjaga perdamaian adalah dengan membangun kekuatan yang cukup sehingga musuh tidak berani menantang kita," ujarnya.
Salah satu fokus dari peringatan tersebut adalah pembentukan Komando Strategis baru, yang bertujuan untuk menggabungkan kekuatan militer konvensional Korea Selatan dengan daya gentar dari Amerika Serikat, termasuk kapabilitas nuklir.
Baca juga: Carikan Pekerjaan untuk Mantu, Eks Presien Korea Selatan Moon Jae In Jadi Tersangka Kasus Suap
"Komando Strategis ini akan menjadi unit utama dalam melindungi bangsa dan rakyat kita dari ancaman nuklir serta senjata pemusnah massal Korea Utara," tambah Yoon.
Dalam upacara tersebut, 5.000 tentara dan 340 unit peralatan militer, termasuk rudal Hyunmoo, howitzer otomatis K9, serta robot berkaki empat, ikut dipamerkan.
Baca juga: Korea Utara Gunakan Peretas untuk Curi Rahasia Nuklir, AS dan Inggris Panik
Rudal Hyunmoo-5, yang dikenal mampu membawa hulu ledak seberat 8-9 ton untuk menghancurkan bunker bawah tanah, menjadi salah satu sorotan utama.
Sebagai bagian dari peringatan, parade militer juga akan berlangsung di pusat kota Seoul, menandai tahun kedua berturut-turut acara ini digelar di ibu kota.
(*)
| Shin Tae-yong Dipecat Ulsan HD Usai Dua Bulan Melatih, Disebut Bermasalah karena Gaya Komunikasi |
|
|---|
| Bon Appetit Your Majesty Episode Terakhir, Fakta Terungkap Masa Lalu Yeon Ji-young |
|
|---|
| Tarian Toraja Akan Dipentaskan di Korea Selatan |
|
|---|
| Timnas Indonesia Gagal Tembus Piala Asia U-23 2026, Ini Keluhan Vanenburg |
|
|---|
| YouTuber Korea Selatan Na Dong Hyun Ditemukan Tewas di Rumahnya |
|
|---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.