Rabu, 22 April 2026

Longsor di Solok, Polda Sumbar Dirikan Posko Antemortem untuk Identifikasi Korban

Sebanyak 12 korban dinyatakan meninggal dunia (semua telah teridentifikasi), sementara tiga orang mengalami luka ringan, dua orang luka sedang, dan...

Tayang:
Penulis: Redaksi | Editor: Donny Yosua
zoom-inlihat foto Longsor di Solok, Polda Sumbar Dirikan Posko Antemortem untuk Identifikasi Korban
Kantor SAR Padang
Proses evakuasi korban ke-25 kejadian longsor tambang emas di Nagari Sungai Abu, Kecamatan Hiliran Gumanti, Kabupaten Solok, Sumatera Barat, Minggu (29/9/2024) 

TRIBUNTORAJA.COM, SOLOK - Kepolisian Daerah Sumatera Barat (Polda Sumbar) telah mendirikan posko antemortem guna memberikan informasi terkait identifikasi korban tanah longsor yang terjadi di Nagari Sungai Abu, Hiliran Gumanti, Kabupaten Solok.

Kepala Bidang Humas Polda Sumbar, Komisaris Besar Polisi Dwi Sulystiawan, menyampaikan bahwa posko tersebut didirikan di Kantor Wali Nagari Talang Babungo dan akan melayani keluarga korban serta membantu proses identifikasi.

"Posko ini berfungsi untuk memberikan informasi kepada keluarga korban dan memfasilitasi proses identifikasi yang sedang berlangsung," ujar Dwi, Sabtu (28/9/2024), seperti dikutip dari Antara.

 

 

Posko antemortem ini merupakan kolaborasi antara personel Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Sumbar dan polres setempat.

Menurut Dwi, tim telah bekerja keras mengevakuasi dan mengidentifikasi korban yang ditemukan oleh tim SAR gabungan.

"Tim terus melakukan pendataan dan identifikasi terhadap korban yang telah dievakuasi," jelasnya.

 

Baca juga: Banjir dan Longsor Akibat Topan Yagi di Myanmar Tewaskan 500 Orang

 

Berdasarkan data terbaru hingga Sabtu (28/9/2024) pukul 10.00 WIB, jumlah korban yang terdampak dalam insiden ini mencapai 23 orang.

Sebanyak 12 korban dinyatakan meninggal dunia (semua telah teridentifikasi), sementara tiga orang mengalami luka ringan, dua orang luka sedang, dan enam lainnya luka berat.

 

Baca juga: Hujan Sejak Senin Malam, Longsor Tutup Jalan Poros Makale-Rantetayo Tana Toraja

 

Peristiwa tanah longsor ini terjadi pada Kamis (26/9/2024) sore, diduga akibat aktivitas tambang ilegal di kawasan bekas tambang di Nagari Sungai Abu.

Proses evakuasi terkendala oleh kondisi medan yang sulit dijangkau, bahkan tidak bisa diakses oleh kendaraan roda empat maupun roda dua, sehingga tim Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan relawan menghadapi tantangan besar dalam mengevakuasi korban.

(*)

Sumber: Kompas.com
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved