Longsor di Solok, Polda Sumbar Dirikan Posko Antemortem untuk Identifikasi Korban
Sebanyak 12 korban dinyatakan meninggal dunia (semua telah teridentifikasi), sementara tiga orang mengalami luka ringan, dua orang luka sedang, dan...
Penulis: Redaksi | Editor: Donny Yosua
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/padang/foto/bank/originals/Proses-evakuasi-korban-ke-25-kejadian-longsor-tambang-emas.jpg)
TRIBUNTORAJA.COM, SOLOK - Kepolisian Daerah Sumatera Barat (Polda Sumbar) telah mendirikan posko antemortem guna memberikan informasi terkait identifikasi korban tanah longsor yang terjadi di Nagari Sungai Abu, Hiliran Gumanti, Kabupaten Solok.
Kepala Bidang Humas Polda Sumbar, Komisaris Besar Polisi Dwi Sulystiawan, menyampaikan bahwa posko tersebut didirikan di Kantor Wali Nagari Talang Babungo dan akan melayani keluarga korban serta membantu proses identifikasi.
"Posko ini berfungsi untuk memberikan informasi kepada keluarga korban dan memfasilitasi proses identifikasi yang sedang berlangsung," ujar Dwi, Sabtu (28/9/2024), seperti dikutip dari Antara.
Posko antemortem ini merupakan kolaborasi antara personel Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Sumbar dan polres setempat.
Menurut Dwi, tim telah bekerja keras mengevakuasi dan mengidentifikasi korban yang ditemukan oleh tim SAR gabungan.
"Tim terus melakukan pendataan dan identifikasi terhadap korban yang telah dievakuasi," jelasnya.
Baca juga: Banjir dan Longsor Akibat Topan Yagi di Myanmar Tewaskan 500 Orang
Berdasarkan data terbaru hingga Sabtu (28/9/2024) pukul 10.00 WIB, jumlah korban yang terdampak dalam insiden ini mencapai 23 orang.
Sebanyak 12 korban dinyatakan meninggal dunia (semua telah teridentifikasi), sementara tiga orang mengalami luka ringan, dua orang luka sedang, dan enam lainnya luka berat.
Baca juga: Hujan Sejak Senin Malam, Longsor Tutup Jalan Poros Makale-Rantetayo Tana Toraja
Peristiwa tanah longsor ini terjadi pada Kamis (26/9/2024) sore, diduga akibat aktivitas tambang ilegal di kawasan bekas tambang di Nagari Sungai Abu.
Proses evakuasi terkendala oleh kondisi medan yang sulit dijangkau, bahkan tidak bisa diakses oleh kendaraan roda empat maupun roda dua, sehingga tim Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan relawan menghadapi tantangan besar dalam mengevakuasi korban.
(*)
| Dua Tahun Dicueki Pemkab Tana Toraja, Warga Marinding Gotong Royong Bersihkan Longsoran |
|
|---|
| Dua Tahun Puskesmas Ma’dong Toraja Utara Dibayangi Ancaman Longsor |
|
|---|
| Tinjau Pelayanan Kesehatan di Puskesmas Terpencil, Bupati Toraja Utara Soroti Sisa Longsoran |
|
|---|
| Latihan Tempur di Cisarua, 23 Marinir Tertimbun Longsor, 4 Ditemukan Meninggal |
|
|---|
| Longsor di Lembang Marinding Tana Toraja, Satu Rumah Rusak Berat |
|
|---|