Jumat, 15 Mei 2026

Sains

Viral Fenomena Bulan Kembar, Ini Penjelasan BRIN

Banyak yang menganggap fenomena ini sebagai kejadian astronomis langka, di mana terlihat dua bulan di langit secara bersamaan.

Tayang:
Penulis: Redaksi | Editor: Donny Yosua
zoom-inlihat foto Viral Fenomena Bulan Kembar, Ini Penjelasan BRIN
Kolase Tiktok/@thesailors12
Potongan video bulan sabit kembar. Video bulan sabit ada dua ini viral di TikTok. 

TRIBUNTORAJA.COM, JAKARTA - Peneliti dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Thomas Djamaluddin, memberikan penjelasan mengenai fenomena yang belakangan ramai diperbincangkan di media sosial, yaitu fenomena "bulan kembar." 

Banyak yang menganggap fenomena ini sebagai kejadian astronomis langka, di mana terlihat dua bulan di langit secara bersamaan.

Namun, menurut Thomas, istilah "bulan kembar" sebenarnya kurang tepat.

Dalam pernyataannya pada Rabu (25/9/2024) di Jakarta, Thomas menjelaskan bahwa Bulan adalah satu-satunya satelit alami Bumi yang cukup besar dan dapat terlihat dengan mata telanjang.

 

 

Namun, pada waktu tertentu, terdapat objek lain seperti asteroid yang terjebak dalam gravitasi Bumi, yang sering disebut sebagai "bulan mini" atau "mini moon."

"Ada asteroid yang sementara terjebak dalam orbit Bumi, dan ini kadang-kadang disebut 'bulan mini,' meskipun sebenarnya bukan bulan kedua," jelas Thomas.

Sebagai contoh, asteroid dengan kode "2024 PT5" diperkirakan akan tertarik oleh gravitasi Bumi dan mengorbit secara sementara dari 29 September hingga 25 November 2024.

 

Baca juga: Fenomena Equinox Terjadi Hari Ini, Apa Dampaknya?

 

Ukuran asteroid ini sekitar 10 meter, jauh lebih kecil dari Bulan, sehingga tidak akan terlihat seperti bulan purnama yang kita saksikan di langit.

Asteroid tersebut tidak mengorbit Bumi dalam bentuk lingkaran sempurna dan hanya akan mengelilingi planet ini sekali sebelum kembali ke orbit asalnya mengitari Matahari.

Thomas juga menegaskan bahwa asteroid ini tidak menimbulkan ancaman bagi Bumi.

 

Baca juga: Fenomena Supermoon Bakal Hiasi Langit Mulai Agustus 2024, Berlangsung Selama 4 Bulan

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved