Rabu, 20 Mei 2026

Kunjungan Paus Fransiskus

Ini Alasan Pentingnya Kedatang Paus Fransiskus ke Indonesia

Bagi umat Katolik yang tidak dapat menghadiri Misa Kudus di Stadion Gelora Bung Karno, Jakarta, Ignasius menyarankan agar mereka mengikuti misa...

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Redaksi | Editor: Donny Yosua
zoom-inlihat foto Ini Alasan Pentingnya Kedatang Paus Fransiskus ke Indonesia
IST
Paus Fransiskus. 

TRIBUNTORAJA.COM, JAKARTA - Uskup Agung Jakarta, Ignatius Kardinal Suharyo, menekankan betapa pentingnya kunjungan langsung Pemimpin Gereja Katolik, Paus Fransiskus, ke Indonesia.

Paus Fransiskus dijadwalkan akan mengunjungi Indonesia pada 3-6 September 2024 sebagai bagian dari perjalanan apostoliknya di kawasan Asia Pasifik.

"Kehadiran Paus di Indonesia sangat berarti, sederhana saja seperti anak yang merindukan kehadiran seorang ayah. Begitu pula umat Katolik di Indonesia sangat mendambakan kehadiran pemimpin mereka," ujar Uskup Agung Jakarta dalam konferensi pers pada Rabu (28/8/2024), seperti yang disampaikan dalam tayangan Kompas TV.

 

 

Ignatius juga menambahkan bahwa Indonesia memiliki hubungan yang baik dengan Vatikan, hubungan yang telah terjalin sejak lama.

"Vatikan telah memiliki perwakilan di Indonesia sejak tahun 1947. Sekarang, hubungan ini telah berkembang menjadi hubungan diplomatik melalui kedutaan besar," tambahnya.

Ketua Panitia Kedatangan Paus Fransiskus, Ignasius Jonan, menyampaikan rasa terima kasihnya atas dukungan pemerintah, terutama terkait imbauan untuk bekerja dari rumah (WFH) selama kunjungan Paus pada 5 September 2024.

 

Baca juga: Pj Gubernur Jakarta Ajak Kantor Terapkan WFH Menyambut Kunjungan Paus Fransiskus ke Indonesia

 

"Ada dua acara besar pada tanggal 5, yaitu Misa Kudus di GBK yang akan dihadiri lebih dari 80 ribu orang dan acara lainnya di International Sustainability Forum (ISF) di JCC," jelas Ignasius.

Bagi umat Katolik yang tidak dapat menghadiri Misa Kudus di Stadion Gelora Bung Karno, Jakarta, Ignasius menyarankan agar mereka mengikuti misa melalui live streaming di gereja masing-masing atau menontonnya di televisi di rumah.

"Ini sangat penting, jika ada yang datang tanpa tiket, mereka tidak akan bisa masuk. Siapa pun itu, tidak ada pengecualian," tegasnya.

(*)

Sumber: Kompas.com
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved