CEO Telegram, Pavel Durov, Ditangkap di Perancis. Benarkah Ada Aktivitas Kriminal?
Pavel Durov ditangkap saat sedang bepergian dengan jet pribadinya di bandara Bourget yang berada di luar Paris, Prancis, Sabtu (24/8/2024) malam.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/toraja/foto/bank/originals/26082024_Pavel_Durov.jpg)
TRIBUNTORAJA.COM, MOSKOW - Pendiri dan CEO Telegram, Pavel Durov, ditangkap di bandara Bourget yang berada di luar Paris, Prancis, Sabtu (24/8/2024) malam.
Telegram merupakan aplikasi pengiriman pesan.
Penangkapan Pavel Durov ini telah ramai diberitakan media internasional.
Dikutip dari Reuters yang berdasarkan sumber dari TF1 TV dan BFM TV, dalam surat perintah penangkapan Durov disebutkan bahwa ini adalah langkah awal dari penyelidikan polisi.
TF1 dan BFM sama-sama mengatakan bahwa penyelidikan difokuskan pada kurangnya moderator di Telegram dan bahwa polisi menganggap bahwa situasi ini memungkinkan aktivitas kriminal terus berlanjut tanpa hambatan di aplikasi pengiriman pesan tersebut.
Pavel Durov ditangkap saat sedang bepergian dengan jet pribadinya.
TF1 mengatakan, Durov telah melakukan perjalanan dari Azerbaijan dan ditangkap sekitar pukul 20.00 (18:00 GMT).
Telegram, yang sangat berpengaruh di Rusia, Ukraina, dan negara-negara bekas Uni Soviet, menduduki peringkat sebagai salah satu platform media sosial utama setelah Facebook, YouTube, WhatsApp, Instagram, TikTok, dan Wechat.
Telegram pun menargetkan mencapai satu miliar pengguna di tahun depan.
Berkantor pusat di Dubai, Telegram didirikan oleh Durov yang lahir di Rusia.
Ia meninggalkan Rusia pada tahun 2014 setelah menolak untuk mematuhi tuntutan pemerintah untuk menutup komunitas oposisi di platform media sosial VK miliknya, yang ia jual.
Setelah Rusia melancarkan invasi ke Ukraina pada tahun 2022, Telegram telah menjadi sumber utama konten yang tidak difilter, dan terkadang grafis dan menyesatkan, dari kedua belah pihak tentang perang dan politik seputar konflik tersebut.
Telegram juga telah menjadi sarana komunikasi pilihan bagi Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskiy dan para pejabatnya. Kremlin dan pemerintah Rusia juga menggunakan Telegram untuk menyebarkan berita mereka.
Bahkan, Telegram juga telah menjadi salah satu dari sedikit tempat di mana warga Rusia dapat mengakses berita tentang perang tersebut.
Durov, yang kekayaannya diperkirakan oleh Forbes mencapai US$ 15,5 miliar, mengatakan beberapa pemerintah telah berusaha menekannya tetapi Telegram, yang sekarang memiliki 900 juta pengguna aktif, harus tetap menjadi "platform netral" dan bukan "pemain dalam geopolitik".
| Viral Candi Borobudur Dipasangi Eskalator Jelang Kunjungan Presiden Prancis, Ini Penjelasan Istana |
|
|---|
| Pendiri Telegram, Pavel Durov Ditangkap di Bandara Prancis |
|
|---|
| Polisi Tangkap Bandar Pornografi Anak di Bandung, Pelaku Beraksi Sejak 2023 |
|
|---|
| Polisi Tangkap Bandar Pornografi Anak, Pelaku Raup Untung Rp 7 Juta Sebulan |
|
|---|
| Bisnis Prostitusi Lewat Aplikasi Telegram, Tarif PSK di Bawah Umur Hingga Rp 17 Juta |
|
|---|