Rabu, 6 Mei 2026

Siswa SMAN 11 Makassar Demo Kepseknya, Pertanyakan Dana BOS dan Dugaan Adanya Pungli

Ketua OSIS SMAN 11 Makassar, Latifah, mengatakan, unjuk rasa digelar menuntut kejelasan dana BOS dan juga dugaan pungli.

Tayang:
Editor: Apriani Landa
zoom-inlihat foto Siswa SMAN 11 Makassar Demo Kepseknya, Pertanyakan Dana BOS dan Dugaan Adanya Pungli
ist
Siswa SMAN 11 Makassar menggelar aksi demonstrasi mempertanyaan aliran Dana BOS dan dugaan adanya pungli, Senin (15/7/2024). 

TRIBUNTORAJA.COM, MAKASSAR - Siswa SMA Negeri 11 Makassar yang berada menggelar aksi demonstrasi di depan sekolahnya, di Jl Andi Mappaodang, Kecamatan Tamalate, Makassar, Senin (15/7/2024) pagi.

Padahal proses belajar mengajar untuk tahun ajaran 2024/2025 akan dimulai hari ini.

Puluhan siswa ini mengendus adalah praktek pungli di sekolahnya.

Dalam rekaman video beredar, siswa berunjuk rasa sambil berorasi dan membentangkan spanduk.

"Dana Bos Kemana, Stop Pungli," tulis spanduk yang dibentangkan.

Pantauan Tribun Tribun di lokasi, pukul 10.30 Wita, unjuk rasa itu telah usai dengan penjagaan sejumlah aparat kepolisian dari Sektor Tamalate.

Ketua OSIS SMAN 11 Makassar, Latifah, mengatakan, unjuk rasa digelar menuntut kejelasan dana BOS (Bantuan Operasional Sekolah).

"Semenjak Kepsek (Nuraliyah) menjabat di sekolah kami, dana-dana BOS tidak jelas. Tidak ada transparansi, eskul-eskul (ekstrakurikuler) dibatasi dananya, listrik pun dibatasi dananya," kata Latifah.

Selain itu, Latifah mengungkapkan, juga terjadi dugaan pungutan liar terhadap siswa yang ingin mengambil ijazah.

"Terus ada pungli kelas 12 untuk pengambilan ijazah," ungkapnya.

Hal senada diungkapkan pengurus OSIS lainnya, Muh Sandi Pratama.

Dugaan pungli, kata dia, contohnya bayar Rp 50 ribu untuk pengambilan ijazah.

"Ada juga dana sukarela tidak tahu di mana letaknya. Terus disuruh membayar Rp 50 ribu, kalau tidak membayar ditahan ijazahnya," beber Sandi.

Lebih lanjut dijelaskan Sandi, pembayaran ijazah juga kata dia diluar dari kesepakatan orangtua siswa.

"Waktu dibicarakan dengan orangtua siswa itu Rp 35 ribu, tapi yang sampai di kepsek itu Rp 50 ribu," tuturnya.

Sumber: Tribun Timur
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved