PT Vale Raih Pendapatan Sebesar 229,9 Juta Dolar AS pada Triwulan 1 2024
Pada triwulan pertama tahun 2024, PT Vale Indonesia mencatat produksi nikel dalam matte sebesar 18.199 metrik ton (t).
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/toraja/foto/bank/originals/31012024_nikel.jpg)
TRIBUNTORAJACOM, Jakarta - Perusahaan tambang Nikel PT Vale Indonesia Tbk (INCO) atau PT Vale bersama anak usahanya mencatat produksi nikel dalam matte sebesar 18.199 metrik ton (t) dan pengiriman nikel matte sebesar 18.175 t pada triwulan pertama tahun 2024 (1T24).
Pada triwulan tersebut, PT Vale menghasilkan total pendapatan sebesar 229,9 juta dolar AS.
Poduksi ini mengalami kenaikan dibanding pada periode yang sama tahu lalu. Di mana pada triwulan pertama tahun 2023, PT Vale mencatat produksi sebesae 16.769 t.
Berikut ikhtisar produksi dalam matte (t):
1T24: 18.199
4T23: 19.084
1T23: 16.769
"Sebagai bagian dari strategi pemeliharaan Perseroan, kami tidak melakukan perbaikan besar pada 1T24 sehingga menghasilkan peningkatan produksi nikel dalam matte hanya sebesar 9 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu," kata CEO PT Vale Indonesia Tbk, Febriany Eddy, dalam rilisnya, Senin (1/7/2024).
Namun, tingkat produksi ini lebih rendah 5 persen dibandingkan triwulan sebelumnya terutama disebabkan oleh lebih rendahnya kadar nikel.
PTVale dan anak usahanya atau Grup memperoleh pendapatan sebesar 229,9 juta dolar AS, yang mencerminkan penurunan sebesar 22 persen dan 37 persen dibandingkan pendapatan pada 4T23 dan 1T23, terutama karena harga realisasi rata-rata yang lebih rendah.
Harga realisasi rata-rata terjadi penyesuaian dari 14.239 Dolar AS/t pada 4T23 dan 21.672 Dolar AS/t pada 1T23 menjadi 12.651 dolar AS/t pada 1T24, menunjukkan perubahan sebesar 11 persen dan 42 persen.
Meskipun harga nikel berfluktuasi, Perseroan berhasil mempertahankan Beban Pokok Pendapatan.
Secara year-on-year, Beban Pokok Pendapatan Perseroan turun sebesar 8 persen, dari 228,2 juta Dolar AS pada 1T23 menjadi 209,8 juta Dolar AS pada 1T24, dan juga lebih rendah 10 persen dibandingkan triwulan sebelumnya.
Selain mendapatkan keuntungan dari harga komoditas yang lebih rendah, Perseroan tetap fokus pada peningkatan efisiensi dan pengurangan biaya sambil terus meningkatkan disiplin dalam praktik-praktik penambangan yang baik.
Konsumsi dan harga rata-rata High Sulphur Fuel Oil (“HSFO”), diesel serta batubara PT Vale isajikan pada tabel berikut:
| WALHI Sulsel: PT Vale Lalai dalam Mitigasi Risiko Lingkungan, Danau Towuti Tercemar Minyak |
|
|---|
| SORAK: Pemkab dan DPRD Luwu Timur Lakukan Pembiaran Perusakan Lingkungan oleh PT Vale |
|
|---|
| Slamet Sugiharto Ditunjuk Sebagai Sebagai Direktur PT Vale Indonesia, Gantikan Luke Mahony |
|
|---|
| Ini Alasan Kementerian ESDM Izinkan PT GAG Nikel Kembali Beroperasi di Raja Ampat |
|
|---|
| Pulihkan Towuti Luwu Timur Pasca Kebakaran Hebat Akibat Kebocoran Pipa Minyak |
|
|---|